Apparel Group Pertimbangkan IPO Unit India Awal 2027



KONTAN.CO.ID - JEBEL ALI. Peritel fesyen dan gaya hidup asal Dubai, Apparel Group, tengah menyiapkan langkah ekspansi pendanaan melalui pasar modal India. Perusahaan tersebut dikabarkan sedang mempertimbangkan penawaran umum perdana saham (IPO) untuk unit bisnisnya di India, Apparel Group India Pvt. Ltd.

Mengutip Bloomberg (3/6), Apparel Group telah melakukan pembicaraan awal dengan sejumlah bank investasi guna mengukur minat pasar terhadap rencana pelepasan saham tersebut. Proses penunjukan penjamin emisi (underwriter) diperkirakan akan dilakukan dalam waktu dekat.

Meski nilai perusahaan dan besaran dana yang akan dihimpun masih dalam tahap pembahasan, sumber yang mengetahui rencana tersebut menyebut IPO berpotensi digelar pada akhir 2026 atau awal 2027.


Namun, keputusan final masih dapat berubah seiring berjalannya proses kajian internal dan kondisi pasar. Hingga kini, Apparel Group belum memberikan komentar resmi terkait rencana tersebut.

Baca Juga: Penjualan Zara Dorong Pendapatan Laba Inditex

Langkah IPO ini muncul di tengah perlambatan pasar saham perdana India dalam beberapa bulan terakhir. Sejumlah perusahaan memilih menunda pencatatan saham akibat tingginya volatilitas pasar yang dipicu konflik Iran serta melambatnya pertumbuhan laba korporasi domestik.

Kendati demikian, apabila kondisi pasar kembali stabil, perusahaan dengan fundamental bisnis yang kuat berpeluang melanjutkan rencana penghimpunan dana melalui bursa.

India menjadi salah satu pasar penting bagi Apparel Group. Berdasarkan informasi di situs resminya, perusahaan mengoperasikan lebih dari 300 gerai di lebih dari 50 kota di India dan mengelola lebih dari 20 merek internasional.

Beberapa merek yang berada di bawah naungan Apparel Group India antara lain Victoria’s Secret, Aldo, Crocs, Charles & Keith, Dolce & Gabbana Beauty, Levi’s Kids, Tim Hortons, Inglot, Call It Spring, Nike Littles, dan Jordan Kids. Dengan jaringan ritel yang luas, unit bisnis India dinilai memiliki posisi yang cukup kuat untuk menarik minat investor saat IPO digelar nanti.

Baca Juga: Dua Raksasa Cat Mundur, AkzoNobel Tolak Tawaran Akuisisi Senilai €12,5 miliar