APPBI: Prospek Ritel 2027 Bergantung pada Daya Beli Masyarakat



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri ritel diproyeksikan tetap tumbuh pada 2027. Namun, tingkat pertumbuhannya masih akan sangat bergantung pada kemampuan pemerintah dalam memperbaiki dan meningkatkan daya beli masyarakat, khususnya kelompok menengah bawah.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja mengatakan, industri usaha ritel di Indonesia memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap daya beli masyarakat. Hal ini lantaran pangsa pasar ritel masih didominasi oleh kelompok menengah bawah.

Menurut dia, peningkatan daya beli masyarakat kelas menengah bawah akan memberikan dampak signifikan terhadap kinerja industri ritel.


Baca Juga: PHE Garap Potensi Natural Hydrogen di Ampana, Bidik Peran Lead Operator

"Industri usaha ritel akan tetap bertumbuh dari tahun ke tahun, namun tingkat pertumbuhannya akan sangat bergantung dari seberapa besar keberhasilan pemerintah dalam mengupayakan perbaikan dan peningkatan daya beli masyarakat," ujar Alphonzus kepada Kontan, Jumat (14/8).

Ia menilai, kondisi daya beli menjadi salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan pemerintah untuk menjaga pertumbuhan konsumsi dan aktivitas bisnis ritel pada tahun depan.

Di sisi lain, Alphonzus menyoroti efektivitas stimulus dan insentif yang selama ini diberikan pemerintah. Menurutnya, berbagai program tersebut masih cenderung bersifat sporadis dan hanya memberikan dampak dalam jangka pendek.

"Sampai dengan saat ini berbagai program stimulus dan insentif yang diberikan oleh pemerintah lebih bersifat sporadis dan sesaat sehingga tidak berdampak secara berkelanjutan," katanya.

Karena itu, menurut Alphonzus, pemerintah perlu membangun kepercayaan dunia usaha sebagai salah satu faktor utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan aktivitas bisnis secara berkelanjutan.

Ia mengatakan, kemudahan berusaha, kepastian serta penegakan hukum, dan terciptanya iklim usaha yang sehat menjadi sejumlah faktor yang perlu menjadi prioritas pemerintah.

"Faktor utama yang paling diperlukan saat ini adalah membangun setinggi-tingginya kepercayaan terhadap pemerintah," ujar Alphonzus.

Menurutnya, berbagai faktor tersebut perlu diperjuangkan dalam waktu sesingkat-singkatnya agar dapat memberikan kepastian bagi pelaku usaha dalam menjalankan dan mengembangkan bisnis.

Baca Juga: Industri Baja Nasional Masih Tertekan, Utilisasi Produksi Baru 52,7%

Dengan kondisi tersebut, prospek industri ritel pada 2027 tidak hanya ditentukan oleh tren pertumbuhan ekonomi secara makro, tetapi juga oleh seberapa besar perbaikan daya beli dan iklim usaha dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat dan pelaku usaha.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News