APPBI Sebut Porsi Tenant F&B di Mal Capai 30%-40%, Jadi Andalan Pusat Belanja



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) menyebut porsi tenant makanan dan minuman atau food and beverage (F&B) di pusat perbelanjaan atau mal saat ini mencapai 30%-40%. Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan beberapa tahun lalu, ketika porsinya hanya sekitar 10%.

Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja mengatakan, peningkatan porsi tenant F&B tersebut sejalan dengan pergeseran fungsi pusat perbelanjaan yang kini tak lagi sekadar menjadi tempat berbelanja.

Dalam konteks industri makanan dan minuman, Alphonzus menilai pusat perbelanjaan juga memiliki peran edukasi, terutama dalam memperkenalkan gastronomi Indonesia kepada masyarakat.


Baca Juga: Teknologi Kecerdasan Buatan Jadi Andalan Meningkatkan Kompetensi Karyawan

"Kalau kita bicara gastronomi, pusat perbelanjaan adalah salah satu tempat untuk bisa memberikan edukasi kepada masyarakat, memperkenalkan, tentunya supaya masyarakat lebih bisa semakin mendalami gastronomi Indonesia," katanya saat pembukaan Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) Culinary Festival 2026 di Kota Kasablanka, Jakarta, Rabu (14/10/2026).

Selain itu, peningkatan porsi tenant F&B di mal juga didorong oleh perubahan fungsi pusat perbelanjaan menjadi social connection hub atau pusat koneksi sosial. Dalam hal ini, industri makanan dan minuman dinilai menjadi salah satu sarana untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam berinteraksi dan membangun koneksi sosial.

Alphonzus mengatakan bahwa sektor lain, seperti hiburan dan olahraga, juga kini makin memperkuat perannya dalam memenuhi kebutuhan interaksi sosial masyarakat. Namun, hingga saat ini, APPBI menilai industri makanan dan minuman masih menjadi pendorong utama bagi bisnis pusat perbelanjaan.

Sejalan dengan perkembangan ini, Alphonzus menyebut pelaku usaha ritel makanan dan minuman serta pengelola pusat perbelanjaan perlu terus mendorong promosi dan penggunaan produk lokal. Meski demikian, produk luar negeri tetap dinilai perlu mendapat ruang di pasar Indonesia.

"Kami sebagai pusat perbelanjaan tidak bisa hanya tertutup terhadap satu produk/barang. Kami harus terbuka, tapi tetap prioritas utama adalah bagaimana memperkenalkan produk-produk dalam negeri," tandasnya.

Sebagai informasi, APPBI turut mendukung gelaran Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) Culinary Festival 2026 yang diselenggarakan Wonderful Indonesia sejak 7 Oktober–1 November 2026

Bekerja sama dengan APPBI, festival ini melibatkan 34 pusat perbelanjaan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Jakarta, Bandung, Denpasar, Solo, Yogyakarta, Pontianak, dan Palembang.

Keterlibatan pusat perbelanjaan di berbagai wilayah Indonesia diharapkan dapat memungkinkan masyarakat untuk menjangkau pengalaman kuliner Indonesia dengan lebih mudah. 

Baca Juga: GIPI Ungkap Beban Industri Pariwisata, dari Tiket Pesawat Mahal hingga Biaya Regulasi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News