APPI: Industri Pembiayaan Makin Selektif Salurkan Pembiayaan kepada Masyarakat



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) mengatakan bahwa saat ini industri pembiayaan makin selektif menyalurkan kredit kepada masyarakat.

Ketua Umum APPI Suwandi Wiratno mengungkapkan kondisi ini terlihat dari makin ketatnya persetujuan pembiayaan di tengah upaya industri menjaga kualitas kredit agar tetap sehat.

"Saat ini saja, kita sudah hampir tidak berani ngasih sembarangan ke siapa pun yang mengajukan kredit," ujarnya di Konferensi Pers Kredivo Group, Kamis (10/9/26).


Baca Juga: Dorong Kredit, Bank Indonesia Kembalikan Dana Rp 440 Triliun ke Perbankan

Ia mengilustrasikan, jika dulu 8 atau 10 orang yang mengajukan pinjaman bisa mendapat persetujuan pembiayaan, tetapi kini jumlahnya bisa menyusut hanya sekitar 5 orang saja.

Artinya, industri saat ini lebih berhati-hati dalam menyetujui pinjaman yang diajukan masyarakat. Apalagi rasio non-performing financing (NFP) gross industri pembiayaan saat ini sudah berada di level 3,03% pada Juli 2026, naik dibandingkan posisinya pada Juni 2026 yang sebesar 3,01%.

Pengetatan seleksi itu menjadi penting seiring dengan risiko kredit yang perlu dijaga oleh perusahaan pembiayaan.

Namun, kemudahan dan kecepatan akses pembiayaan tetap perlu diimbangi dengan literasi dan edukasi yang memadai. Di sisi lain, masyarakat juga perlu memahami kewajibannya sebagai debitur, termasuk memastikan pembayaran kredit kepada perusahaan pembiayaan dilakukan sesuai dengan perjanjian.

Baca Juga: Asuransi Astra Terapkan Strategi Diversifikasi untuk Sikapi Dinamika Perekonomian

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News