APPI: Industri Precious Metal Berpotensi Serap 120 Ton Produksi Emas RI



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Produsen Perhiasan Indonesia (APPI) melihat pengembangan industri precious metal di dalam negeri berpotensi menyerap produksi emas nasional yang mencapai sekitar 120 ton per tahun.

Wakil Ketua APPI, Arif Budiman mengatakan, produksi emas tersebut berasal dari sejumlah perusahaan tambang di Indonesia, termasuk PT Freeport Indonesia, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB), dan PT Agincourt Resources.

Menurut dia, keberadaan industri precious metal di dalam negeri akan meningkatkan nilai tambah dari produksi emas nasional. Selama ini, sejumlah kebutuhan industri berbasis precious metal masih dipasok dari negara lain.


"Kami sangat yakin pada saat industri precious metal ada di Indonesia, angka 120 ton itu akan terserap secara keseluruhan," ujar Arif usai bertemu dengan Menteri Perindustrian M Sarmuji di Kantor Kemenperin, Rabu (28/10/2026).

Baca Juga: APPI: Bea Keluar Emas Dorong Daya Saing Ekspor Perhiasan

Arif mengatakan, APPI tengah mendorong masuknya industri precious metal yang tidak hanya memasok kebutuhan industri perhiasan, tetapi juga sektor elektronik dan otomotif.

Salah satu calon investor yang dibidik adalah Tanaka Precious Metals asal Jepang. APPI dijadwalkan bertemu dengan perusahaan tersebut bersama Kementerian Perindustrian pada 2 November 2026 untuk membahas rencana investasi di Indonesia.

Menurut Arif, sejumlah produk yang berpotensi dikembangkan antara lain potassium gold cyanide (PGC) dan bonding wire. Produk tersebut dapat digunakan sebagai bahan pendukung bagi industri elektronik dan otomotif.

Namun, nilai investasi Tanaka Precious Metals belum dapat dipastikan. Arif mengatakan masih terdapat sejumlah kebijakan yang perlu diselaraskan, terutama terkait ketentuan bahan baku kimia yang masuk dalam kategori larangan dan pembatasan (lartas).

Baca Juga: Bisnis Bullion Makin Digenjot, HRTA Perkuat Autentikasi Produk EMASKU

"Kami terus konsolidasi dengan Kementerian Perindustrian untuk investor-investor ini dapat kita yakinkan bahwa mereka berinvestasi di Indonesia dengan kemudahan, selama mereka memenuhi aturan," katanya.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Reni Yanita menambahkan, penguatan hilirisasi emas juga dapat meningkatkan daya saing industri perhiasan nasional.

Menurut Reni, selama ini Indonesia masih menghadapi kondisi di mana bahan baku emas diekspor, sementara industri dalam negeri kemudian mengimpor bahan bakunya. Dengan penguatan hilirisasi, bahan baku tersebut dapat lebih banyak diolah di dalam negeri sebelum menjadi produk bernilai tambah.

"Kalau selama ini kita mengekspor kemudian mengimpor bahan bakunya. Dengan ada bahan baku di dalam negeri yang memang belum dihilirisasi di dalam negeri, itu akan sangat meningkatkan lagi minat ekspor kita," ujar Reni.

Baca Juga: ANTAM Serap 9 Ton Emas Freeport

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News