Apple Cetak Kinerja Gahar! Penjualan Tembus US$ 111 Miliar, MacBook Neo Jadi Bintang



KONTAN.CO.ID - Pada Kamis (30/4/2026), Apple melaporkan kinerja keuangan yang melampaui estimasi Wall Street. Hal ini didorong oleh tingginya minat konsumen membeli model MacBook baru yang digarap oleh calon CEO baru John Ternus. Namun, penjualan iPhone tertahan akibat kendala pasokan.

Mengutip Reuters, Apple mencatat penjualan dan laba sebesar US$ 111,18 miliar dan US$ 2,01 per saham untuk kuartal fiskal kedua yang berakhir pada 28 Maret. Angka tersebut melampaui perkiraan analis sebesar US$ 109,66 miliar dan US$ 1,95 per saham, menurut data LSEG.

Penjualan iPhone, yang masih menjadi produk terlaris Apple hampir 20 tahun setelah pertama diluncurkan, mencapai US$ 56,99 miliar, sedikit di bawah estimasi US$ 57,21 miliar. Penurunan ini terjadi setelah Apple melakukan pembaruan lini iPhone terbesar sejak iPhone X pada 2017.


Saham Apple turun sekitar 1% dalam perdagangan setelah jam bursa.

“Fleksibilitas lebih kecil” dalam rantai pasok

CEO Apple Tim Cook mengatakan penjualan iPhone pada kuartal tersebut tertahan karena kendala pasokan chip prosesor canggih yang menjadi “otak” perangkat iPhone.

Chip untuk keluarga iPhone 17 dibuat dengan varian teknologi manufaktur chip Taiwan Semiconductor Manufacturing Co (TSMC) yang juga digunakan untuk banyak chip AI terdepan.

“Permintaannya luar biasa tinggi. Namun saat ini fleksibilitas rantai pasok untuk mendapatkan lebih banyak komponen menjadi sedikit lebih terbatas,” kata Cook kepada Reuters.

Baca Juga: Deadline Perang AS-Iran Tinggal Hitungan Jam, Tapi Akhir Konflik Masih Tak Terlihat

Keluarga iPhone 17, ditambah iPhone Air, dipimpin oleh calon CEO John Ternus, yang akan menggantikan Cook pada September.

Di bawah Ternus, model Pro mendapat lebih banyak fitur namun harganya juga lebih mahal, sementara model entry-level seperti iPhone 17e dan iPhone 17 versi dasar mempertahankan harga relatif stabil sesuai kapasitas penyimpanan.

Strategi tersebut, ditambah daya beli Apple yang besar, membantu perusahaan menghadapi kenaikan harga chip memori. Apple mencatat margin kotor 49,27%, lebih tinggi dibanding estimasi 48,38%, menurut data LSEG.

Produk lain yang juga digagas Ternus adalah MacBook Neo, yang dijual seharga US$ 500 untuk pelajar. Analis menilai produk ini dapat membantu Apple menembus pasar baru senilai US$ 20 miliar untuk laptop murah yang selama ini didominasi Chromebook milik Google.

Apple mengatakan penjualan Mac, termasuk beberapa minggu penjualan Neo, mencapai US$ 8,4 miliar, lebih tinggi dari estimasi US$ 8,02 miliar.

Tonton: Iuran BPJS Ketenagakerjaan Dipangkas 50% untuk Pekerja BPU, Siapa Saja?

Apple akan menggelar conference call pada pukul 17.00 ET (21.00 GMT), di mana para analis memperkirakan Ternus akan memberikan komentar. Investor menunggu penjelasan lebih lanjut soal rencana Apple terhadap Siri, asisten suara yang akan ditingkatkan dengan teknologi Google.

“Kerja sama Siri dengan Google Gemini menandakan kesediaan Apple untuk mengandalkan inovator AI eksternal,” kata analis eMarketer Jacob Bourne. “Investor akan mencermati petunjuk bagaimana Ternus menyeimbangkan sikap hati-hati Apple dalam AI dengan tekanan untuk menciptakan perangkat konsumen generasi berikutnya di era AI, terutama ketika ekspektasi terhadap performa iPhone makin sulit dipenuhi.”

Apple akan mengadakan konferensi pengembang perangkat lunak tahunan pada Juni, di mana perusahaan diperkirakan mengungkap detail lebih lanjut tentang rencana AI mereka.

Meski Apple tidak menggelontorkan puluhan miliar dolar per kuartal untuk AI seperti para pesaingnya, biaya riset dan pengembangan Apple naik 33,5% menjadi US$ 11,42 miliar pada kuartal fiskal kedua.

“Kami berinvestasi besar. Kami melihat ini sebagai peluang besar, baik untuk konsumen maupun bisnis,” kata Cook kepada Reuters. “Kami total. Dan Siri yang lebih personal masih sesuai jadwal untuk tahun ini.”

Layanan tetap kuat

Bisnis layanan Apple, yang mencakup pendapatan dari App Store (yang sedang mendapat sorotan regulasi di Eropa dan wilayah lain), mencatat pendapatan US$ 30,98 miliar pada kuartal tersebut, melampaui estimasi analis US$ 30,39 miliar.

Penjualan iPad mencapai US$ 6,91 miliar, di atas estimasi US$ 6,66 miliar. Sementara segmen wearables, termasuk Apple Watch, mencatat pendapatan US$ 7,9 miliar, dibanding estimasi US$ 7,7 miliar, menurut data LSEG.

Baca Juga: Produksi Industri Jepang Turun pada Maret 2026, Tertekan Penurunan Output Kimia

Penjualan Apple di kawasan China (Greater China) mencapai US$ 20,5 miliar, melampaui estimasi analis sebesar US$ 19,45 miliar, menurut data Visible Alpha.

Apple juga memperbarui program pengembalian modalnya dengan menyatakan dewan direksi telah menyetujui tambahan program pembelian kembali saham (buyback) senilai US$ 100 miliar, sama seperti tahun sebelumnya.