Apple dan Amazon Hadapi Gugatan Konsumen di Inggris soal Penjualan Produk



KONTAN.CO.ID - LONDON. Apple dan Amazon kembali menghadapi gugatan konsumen di Inggris terkait dugaan pembatasan persaingan dalam penjualan produk Apple melalui marketplace Amazon di Inggris.

Competition Appeal Tribunal pada Senin (28/9) mengizinkan sebagian gugatan tersebut untuk dilanjutkan.

Gugatan diajukan atas dugaan kesepakatan Apple dan Amazon pada 2018 yang membatasi penjual pihak ketiga dalam menawarkan produk bermerek Apple dan Beats di situs Amazon Inggris.


Pembatasan tersebut diduga mengurangi persaingan antarpenjual dan membuat konsumen membayar harga lebih tinggi.

Baca Juga: Apple dan Amazon Digugat Konsumen Inggris, Nilainya Capai £306 Juta

Majelis yang terdiri dari tiga hakim mengizinkan gugatan terkait pembelian produk Apple melalui marketplace Amazon untuk dilanjutkan. Nilai klaim bagian perkara ini diperkirakan mencapai £289 juta hingga £306 juta atau sekitar US$ 383 juta, termasuk bunga.

Hakim Kelyn Bacon menyatakan klaim tersebut memiliki dasar yang masuk akal dan didukung fakta. Namun, tribunal menolak bagian gugatan yang lebih luas, yakni terkait produk Apple yang dibeli langsung dari Apple maupun peritel lainnya.

"Klaim tersebut masuk akal, kredibel, dan berlandaskan fakta," kata Bacon dalam putusannya.

Tribunal menilai terdapat dasar yang realistis untuk menguji apakah pembatasan terhadap penjual kembali produk Apple dapat menyebabkan harga lebih tinggi bagi konsumen yang membeli melalui marketplace Amazon.

Sebaliknya, tribunal menilai bukti yang tersedia belum cukup untuk mendukung dugaan bahwa praktik tersebut juga menaikkan harga produk Apple yang dijual melalui toko Apple maupun peritel lain.

Baca Juga: Rupiah Anjlok dan Kemasan Mahal, Peritel Mengerek Harga Jual Produk

Gugatan terbaru ini diajukan Justin Le Patourel sebagai perwakilan konsumen, menggantikan akademisi hukum konsumen Christine Riefa.

Tahun lalu, tribunal menolak gugatan serupa yang diajukan Riefa karena mempertanyakan calon perwakilan kelompok konsumen serta skema pendanaan perkara.

Apple membantah tuduhan tersebut. Perusahaan menyatakan kesepakatannya dengan Amazon bertujuan menangani produk palsu di marketplace dan meningkatkan pengalaman konsumen.

Apple juga menyebut produk palsu dapat menimbulkan risiko keselamatan serta membuat konsumen mengira telah membeli perangkat Apple asli. Amazon belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar Reuters.