Apple Luncurkan iPhone Lipat Seharga Rp 36 Juta, Stok Langka dan Permintaan Tinggi



KONTAN.CO.ID - Apple mulai memasarkan ponsel lipat pertamanya, iPhone Duo, pada Jumat (23/10/2026) dengan harga sekitar US$ 2.000 atau setara Rp 36,1 juta (kurs Rp 18.068 per dolar AS).

Meski permintaan awal terbilang kuat, pasokan yang terbatas membuat konsumen harus bersaing untuk mendapatkan perangkat premium tersebut.

Mengutip Reuters, peluncuran iPhone Duo berlangsung di sejumlah negara, mulai dari Singapura, China, Inggris, hingga Jerman.


Namun, antusiasme konsumen kali ini tidak sepenuhnya diiringi antrean panjang seperti yang kerap terlihat pada peluncuran iPhone generasi sebelumnya.

Baca Juga: Bill Ackman Nilai Israel Berpeluang Jadi Salah Satu Ekonomi Terbaik Dunia

Apple membatasi pemesanan awal maksimal dua unit per pelanggan dan mengatur penjualan langsung di toko. Di China, Prancis, Hong Kong, India, dan Jepang, konsumen hanya bisa mendapatkan perangkat melalui pemesanan online.

Tingginya permintaan juga terlihat dari estimasi pengiriman Apple. Dalam hitungan menit setelah prapemesanan dibuka sepekan sebelumnya, jadwal pengiriman iPhone Duo mundur hingga akhir Januari. Apple menyebut respons konsumen terhadap produk tersebut luar biasa.

Di Sydney, Australia, antrean terbentuk sebelum toko Apple dibuka pukul 08.00 waktu setempat. Salah satu pembeli, Simon Krishnan, mengaku membayar A$ 3.899 atau sekitar US$ 2.734 untuk iPhone Duo berkapasitas 512 GB.

“Bagi saya, ini barang mewah karena harganya sangat mahal. Namun, saya berpikir, hidup terlalu singkat,” ujar Krishnan, seorang insinyur berusia 48 tahun.

Baca Juga: Trump: Produsen Pesawat Bombardier Akan Berinvestasi US$ 270 Juta di AS

Di China, peluncuran iPhone Duo berlangsung di tengah pasar ponsel pintar yang masih menghadapi tekanan. Lemahnya konsumsi dan kenaikan biaya memori telah memicu penurunan pengiriman smartphone selama enam kuartal berturut-turut.

Meski demikian, pangsa pasar Apple kembali menguat seiring sebagian konsumen beralih ke perangkat premium.

Liu Wei, seorang tenaga kesehatan berusia 26 tahun, bahkan rela mengantre sejak pukul 06.00 di Shanghai untuk membeli iPhone Duo.

Ia mengaku telah menggunakan produk Apple selama bertahun-tahun dan lebih mempercayai merek tersebut, meskipun sudah memiliki ponsel lipat dari Xiaomi.

Selain pengguna akhir, peluncuran ini juga menarik minat para penjual kembali atau reseller. Di Hong Kong, seorang pembeli bernama May membeli iPhone Duo 256 GB seharga HK$ 17.499 atau sekitar US$ 2.232 melalui prapenjualan online. Ia berencana menjualnya kembali dengan keuntungan sekitar HK$ 4.000.

Baca Juga: Reksadana Saham Global Catat Net Buy Lima Minggu Berturut-turut

Uji pasar ponsel lipat premium

Kehadiran iPhone Duo menjadi langkah penting bagi Apple untuk memasuki pasar ponsel lipat yang sebelumnya telah digarap Samsung Electronics dan Huawei Technologies selama beberapa tahun.

Produk ini sekaligus menguji kemampuan Apple memperluas pasar perangkat lipat yang selama ini masih relatif terbatas.

Peluncuran tersebut juga menjadi salah satu ujian awal bagi CEO Apple John Ternus, mantan kepala divisi perangkat keras yang memperkenalkan produk tersebut tak lama setelah menjabat pada September 2026.

Baca Juga: Apple Membuka Lipatan Baru dalam Sejarah Panjang iPhone

Dari sisi desain, ulasan awal terhadap iPhone Duo cenderung positif, terutama terkait engsel yang kokoh dan lipatan layar yang nyaris tidak terlihat.

Fitur tersebut menjadi salah satu tantangan utama dalam pengembangan ponsel lipat karena bekas lipatan layar kerap menjadi kekurangan produk sejenis.

Namun, sejumlah pengulas menyoroti kompromi pada kamera, termasuk tidak adanya lensa telefoto. Beberapa aplikasi pihak ketiga juga masih perlu disesuaikan dengan ukuran layar baru. Selain itu, perangkat saat dilipat dinilai kurang praktis untuk sejumlah aktivitas harian.

Pengamat teknologi Marques Brownlee menilai iPhone Duo mungkin bukan pilihan yang tepat bagi konsumen yang hanya menggunakan ponsel untuk berkirim pesan dan menjelajah internet.

Namun, perangkat tersebut dapat menarik bagi konsumen yang menginginkan pengalaman berbeda dan tidak terlalu mempermasalahkan harga.

Di sisi lain, sebagian pengguna melihat perangkat ini sebagai gabungan fungsi ponsel dan tablet. Kreator konten YouTube asal Berlin, Patrick Wolter, menilai desain tersebut berpotensi mengurangi kebutuhan membawa perangkat terpisah.

Baca Juga: Saham Pemilik Gucci Anjlok 12%, Pemulihan Bisnis Barang Mewah Masih Berat

Apple diproyeksikan kuasai pasar lipat

Masuknya Apple diperkirakan dapat memperluas pasar ponsel lipat ke segmen konsumen yang lebih besar.

Francisco Jeronimo, wakil presiden perusahaan riset pasar IDC, mengatakan kehadiran Apple berpotensi mengubah persaingan di kategori tersebut.

IDC memperkirakan Apple akan menguasai 44% nilai pasar ponsel lipat pada 2026, dengan pangsa 31% berdasarkan jumlah unit.

Pada 2027, Apple diproyeksikan menjadi pemimpin pasar, baik berdasarkan nilai maupun jumlah pengiriman.

Meski demikian, tantangan Apple tidak berhenti pada tingginya minat saat peluncuran. Perusahaan perlu memastikan ketersediaan produk, mendorong adopsi konsumen, dan membuktikan bahwa ponsel lipat dapat menjadi kategori bisnis yang berkelanjutan.

Dengan harga sekitar US$ 2.000 dan pasokan awal yang terbatas, iPhone Duo menjadi ujian bagi strategi Apple di segmen premium sekaligus bagi masa depan pasar ponsel lipat secara global.

Baca Juga: Lebih dari 50% Ekspor Mobil Chery Akan Diproduksi di Luar China