KONTAN.CO.ID - Apple resmi memasuki pasar ponsel lipat melalui peluncuran iPhone Duo. Penjualan perdana perangkat tersebut dimulai pada Jumat (23/10/2026), di tengah tingginya minat konsumen dan persaingan dengan pemain yang lebih dulu menggarap segmen ponsel lipat premium. Peluncuran iPhone Duo menjadi ujian awal bagi CEO Apple John Ternus, yang mengambil alih kepemimpinan perusahaan pada September lalu. Perangkat ini juga berpotensi mengubah peta persaingan di pasar ponsel lipat yang selama ini digarap oleh Samsung Electronics dan Huawei Technologies.
Baca Juga: Ketegangan Di Perbatasan Korea Meningkat, Ini Kondisinya Minat konsumen terhadap iPhone Duo terlihat sejak masa pemesanan awal dibuka pada Jumat pekan lalu. Dalam hitungan menit, estimasi waktu pengiriman yang ditampilkan Apple bergeser hingga akhir Januari karena permintaan melampaui pasokan yang tersedia. Apple menyebut respons konsumen terhadap perangkat tersebut sebagai sesuatu yang luar biasa. Melansir Reuters, di Sydney, Australia, antrean pembeli terlihat di depan toko Apple menjelang pembukaan pada pukul 08.00 waktu setempat. Salah satu pembeli, Simon Krishnan, seorang insinyur berusia 48 tahun, mengeluarkan A$3.899 atau sekitar US$2.734 untuk iPhone Duo dengan kapasitas penyimpanan 512 GB. "Ini barang mewah bagi saya karena harganya sangat mahal. Namun, saya berpikir, hidup terlalu singkat," ujar Krishnan.
Baca Juga: Inflasi Inti Jepang Tembus 2%, BOJ Proyeksi Segera Naikkan Suku Bunga Acuan Ulasan produk beragam Sejumlah ulasan awal memuji desain iPhone Duo, terutama engselnya yang kokoh dengan lipatan layar yang nyaris tidak terlihat. Aspek ini menjadi salah satu tantangan utama dalam pengembangan ponsel lipat, mengingat bekas lipatan layar selama ini menjadi salah satu kekurangan yang dapat mengurangi minat konsumen. Meski demikian, sejumlah pengulas menyoroti kompromi pada sektor kamera, termasuk tidak adanya lensa telefoto.
Baca Juga: Bohongi Pengguna soal Privasi, Meta Didenda Rp452 Triliun Selain itu, sejumlah aplikasi pihak ketiga masih perlu disesuaikan dengan ukuran layar baru perangkat tersebut. Dalam kondisi terlipat, iPhone Duo juga dinilai kurang praktis untuk sejumlah aktivitas singkat yang biasa dilakukan pengguna iPhone konvensional. Karena itu, beberapa pengulas menyarankan konsumen mempertimbangkan kebutuhan sebelum membeli perangkat tersebut. John Gruber, komentator Apple sekaligus penulis blog Daring Fireball menilai pengalaman menggunakan perangkat itu selama sepekan cukup menyenangkan. Namun, ia merasa iPhone Duo masih menyerupai prototipe yang telah dipoles dengan baik, bukan produk jadi yang ingin ia beli dan gunakan sehari-hari. Sementara itu, komentator teknologi Marques Brownlee atau MKBHD menilai iPhone Duo mungkin kurang cocok bagi pengguna yang hanya memanfaatkan ponsel untuk berkirim pesan, mengakses media sosial, dan menjelajahi internet. Namun, perangkat tersebut dapat menarik bagi konsumen yang memiliki anggaran memadai dan tertarik mencoba format ponsel lipat, meski perlu beradaptasi dengan cara penggunaan yang berbeda dan ketiadaan fitur pengenalan wajah.
Baca Juga: FIFA Ungkap Gaji Gianni Infantino, Capai Rp104 Miliar pada 2025 Pasokan terbatas, peluang pasar terbuka Tingginya minat konsumen berpotensi terbentur keterbatasan pasokan. Apple mengatakan kepada Reuters bahwa ketersediaan unit bagi pembeli yang datang langsung ke toko akan berbeda di setiap negara. Di Amerika Serikat, Australia, Kanada, Meksiko, serta sebagian besar Inggris dan Eropa, stok untuk pembelian langsung diperkirakan terbatas. Sementara itu, di China, Prancis, Hong Kong, India, dan Jepang, unit hanya tersedia bagi konsumen yang telah memesan secara daring. Di Makau, tempat pembelian langsung menjadi satu-satunya opsi yang tersedia, sejumlah penggemar Apple dilaporkan mengantre beberapa jam sebelum toko dibuka. Francisco Jeronimo, Wakil Presiden perusahaan riset pasar IDC, mengatakan ponsel lipat sebenarnya telah menjadi kategori produk selama beberapa tahun. Namun, tingkat adopsinya masih relatif terbatas dibandingkan smartphone konvensional.
Baca Juga: Bos Vingroup Masuk Daftar Miliarder Paling Untung di Dunia, Harta Tambah Rp97 Triliun Menurut dia, masuknya Apple berpotensi memperluas pasar ponsel lipat dengan menjangkau basis konsumen yang lebih besar.
IDC memperkirakan, Apple akan menguasai 44% nilai pasar ponsel lipat pada 2026, dengan pangsa 31% dari total unit yang dikirimkan. Pada 2027, Apple diproyeksikan menjadi pemimpin pasar ponsel lipat, baik berdasarkan nilai maupun jumlah unit pengiriman. Jeronimo menilai Apple telah memberikan alasan yang meyakinkan bagi konsumen untuk mempertimbangkan format ponsel tersebut. Tantangan berikutnya adalah mengubah antusiasme awal menjadi ketersediaan produk yang memadai, adopsi konsumen yang lebih luas, serta pertumbuhan pasar yang berkelanjutan.