Apple Rilis MacBook Neo US$ 599, Tantang Chromebook dan Laptop Windows Murah



KONTAN.CO.ID - Apple Inc. resmi meluncurkan laptop terbarunya, MacBook Neo, dengan harga mulai US$ 599 pada Rabu (4/3/2026).

Produk ini menjadi salah satu langkah paling agresif Apple dalam beberapa tahun terakhir untuk menembus segmen PC kelas menengah yang sensitif terhadap harga.

MacBook Neo ditenagai chip A18 Pro, prosesor yang sebelumnya debut pada lini iPhone 16 Pro.


Baca Juga: Negara Teluk Diserang Ratusan Rudal dan Ribuan Drone Iran, Ini Data Lengkapnya

Dengan banderol US$ 599, perangkat ini jauh lebih murah dibandingkan MacBook non-Pro dan non-Air terakhir yang dirilis Apple pada Mei 2006 seharga US$ 1.099—setara sekitar US$ 1.750 dalam nilai dolar saat ini.

Pemesanan awal dibuka mulai Rabu, dengan pengiriman dan ketersediaan di toko dijadwalkan mulai 11 Maret.

Bidik Chromebook dan Windows kelas bawah

Melalui MacBook Neo, Apple secara terang-terangan menyasar pengguna laptop berbasis Chrome OS serta perangkat Windows kelas entry-level.

Selama ini, upaya Microsoft untuk menggeser pasar ke chip hemat daya berbasis arsitektur Arm belum mampu mendorong lonjakan penjualan signifikan.

Baca Juga: Data ADP: Sektor Swasta AS Merekrut 63.000 Pekerja Baru di Februari

Langkah Apple masuk ke segmen menengah dinilai berpotensi memperluas basis pengguna, terutama di kalangan pelajar dan pembeli pertama (first-time buyers).

Ini bukan kali pertama Apple bermain di rentang harga tersebut. Perusahaan sebelumnya sempat menghadirkan MacBook Air khusus seharga US$ 699 melalui Walmart dengan chip M1 yang diperkenalkan pada 2020, setelah menghentikan model lain dengan chip serupa.

Dampak krisis chip memori

Peluncuran MacBook Neo juga terjadi di tengah krisis global chip memori. Laptop ini dibekali memori terpadu (unified memory) sebesar 8GB setengah dari kapasitas 16GB pada MacBook berbasis M4, serta lebih kecil dibandingkan 12GB pada iPhone 17 Pro.

Baca Juga: Siapakah Mojtaba Khamenei, Calon Terkuat Pemimpin Tertinggi Iran Pasca Khamenei?

Pasar global PC dan smartphone masih sangat sensitif terhadap harga setelah beberapa kuartal mengalami permintaan yang tidak merata. Produsen perangkat keras juga menghadapi fluktuasi biaya komponen, khususnya chip memori.

Pekan ini, Apple juga merilis iPhone 17e seharga US$ 599 dengan kapasitas penyimpanan dasar lebih besar serta menyegarkan lini MacBook Air dan Pro dengan chip M5 dan konfigurasi memori standar yang lebih besar.

Langkah tersebut diambil untuk mempertahankan pangsa pasar di tengah persaingan ketat smartphone dan pasar PC yang melambat akibat kenaikan biaya memori.