Apple Serbu Pasar HP Lipat, Samsung Mulai Pasang Strategi Perlawanan



KONTAN.CO.ID - SEOUL. Samsung mulai meningkatkan strategi pemasaran ponsel lipatnya setelah Apple memasuki pasar tersebut dengan meluncurkan iPhone Duo. Persaingan di segmen yang selama ini menjadi kekuatan Samsung itu diperkirakan semakin sengit, terutama karena Apple membawa basis pengguna iPhone yang besar.

Samsung meluncurkan kampanye promosi untuk jajaran ponsel lipatnya dengan menonjolkan keunggulan perangkat keras serta pengalaman perusahaan sebagai salah satu pemain awal di pasar tersebut.

Langkah ini dilakukan setelah Apple pada Rabu (10/9) memperkenalkan iPhone Duo, ponsel lipat seharga US$1.999 yang dirancang untuk mengguncang pasar yang selama ini didominasi Samsung dan sejumlah perusahaan China seperti Huawei.


Apple mengadopsi desain berbentuk seperti paspor yang sebelumnya diperkenalkan Samsung Electronics melalui Galaxy Z Fold 8 kurang dari dua bulan lalu. Galaxy Z Fold 8 dibanderol US$1.899 dan dilengkapi teknologi kecerdasan buatan Gemini milik Alphabet.

Baca Juga: Volvo Bangun Fasilitas Penyimpanan Baterai Skala Besar di Swedia

Analis Associate Director Counterpoint, Liz Lee, menilai strategi harga Apple menjadi salah satu faktor paling menarik dari peluncuran perangkat tersebut.

"Harga yang ditetapkan Apple merupakan salah satu bagian yang paling mengesankan. Menjaga harga iPhone Duo tepat di bawah US$2.000, yakni US$1.999, dan hanya sekitar US$100 lebih mahal dari Galaxy Z Fold 8 terlihat seperti langkah yang cukup berani dari Apple," ujar Lee.

Menurut Lee, kehadiran Apple berpotensi mengubah peta persaingan di industri ponsel lipat. Samsung diperkirakan menjadi perusahaan yang paling merasakan tekanan terhadap pangsa pasarnya.

"Kami memperkirakan Apple benar-benar akan mengubah lanskap persaingan di pasar ponsel lipat, dan Samsung akan menghadapi tekanan pangsa pasar yang paling terlihat. Namun, Samsung juga memiliki skala bisnis, pengalaman selama bertahun-tahun, serta jaringan distribusi global yang kuat," katanya.

Counterpoint memperkirakan Apple dapat menguasai sekitar 25% pangsa pasar ponsel lipat pada tahun ini. Angka tersebut membuat Apple berpotensi mendekati Samsung yang diproyeksikan masih menjadi pemimpin pasar dengan pangsa sekitar 38%.

Samsung Perkuat Promosi Ponsel Lipat

Menghadapi masuknya Apple, Samsung memasang iklan billboard di sejumlah kota besar dunia, termasuk Seoul, Tokyo, dan London.

Baca Juga: Indeks Nikkei Berbalik Menguat, Ditopang Saham Teknologi yang Pulih dari Pelemahan

Iklan tersebut menggunakan slogan seperti "Selamat datang di dunia ponsel lipat" dan "Ponsel lipat paling ringan di dunia". Pesan tersebut menekankan keunggulan desain perangkat Samsung yang tipis dan ringan.

Samsung juga memaparkan berbagai upaya yang telah dilakukan selama bertahun-tahun untuk mengurangi bobot ponsel lipatnya melalui unggahan di situs resmi perusahaan pada Rabu.

Tidak berhenti pada kampanye iklan, Samsung juga merespons peluncuran iPhone Duo melalui sejumlah unggahan bernada sindiran di platform X.

Samsung menyindir Apple dengan sejumlah pernyataan, termasuk "memanaskan kembali sisa makanan kami" dan "sejauh ini, masih sama saja". Unggahan tersebut menggambarkan pandangan Samsung bahwa Apple belum membawa inovasi yang benar-benar berbeda ke pasar ponsel lipat.

Di sisi lain, CEO baru Apple, John Ternus, sebelumnya mengkritik desain ponsel lipat yang sudah beredar. Ia menggambarkan perangkat tersebut "seperti dua ponsel yang ditempelkan secara canggung menjadi satu."

Samsung Punya Pengalaman Lebih Panjang

Samsung memiliki keunggulan berupa pengalaman lebih panjang di industri ponsel lipat. Perusahaan Korea Selatan tersebut meluncurkan ponsel lipat massal pertamanya pada 2019.

Perjalanan awal Samsung di segmen ini tidak sepenuhnya mulus. Sejumlah pengulas ketika itu melaporkan layar perangkat mengalami kerusakan serta berbagai persoalan pada bagian layar lainnya. Kondisi tersebut membuat Samsung harus menunda peluncuran perangkat.

Baca Juga: DeepSeek Rilis Model AI Baru, Siapkan Langkah Menuju IPO di Bursa Shanghai

Namun, Samsung kemudian terus mengembangkan teknologi tersebut. Hingga kini, perusahaan telah meluncurkan delapan generasi ponsel lipat, sekaligus menghadapi persaingan yang semakin kuat dari produsen China seperti Huawei.

Masuknya Apple juga menarik karena perusahaan asal Amerika Serikat tersebut memanfaatkan rantai pasok yang telah dibangun Samsung untuk industri ponsel lipat.

Salah satu contohnya adalah penggunaan layar lipat yang diproduksi oleh Samsung Display, unit Samsung yang bergerak di bidang teknologi layar.

Analis Utama CCS Insight, Ben Wood, menilai Apple memiliki strategi tersendiri dalam memasuki pasar baru, yakni menunggu hingga sebuah produk mencapai tingkat kematangan tertentu.

"Apple pandai memilih waktu yang tepat dan memasuki pasar ketika sebuah produk telah mencapai tingkat kematangan tertentu," ujar Wood.

Persaingan antara Samsung dan Apple di pasar ponsel lipat pun berpotensi menjadi babak baru dalam industri smartphone premium. Samsung memiliki keunggulan dari sisi pengalaman, skala produksi dan distribusi, sedangkan Apple membawa kekuatan ekosistem iPhone serta basis pelanggan yang besar.

Dengan harga iPhone Duo yang hanya sekitar US$100 lebih mahal dibandingkan Galaxy Z Fold 8, persaingan kedua perusahaan diperkirakan tidak hanya berlangsung pada aspek teknologi, tetapi juga desain, harga, ekosistem, dan loyalitas konsumen.