KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Apple dijadwalkan menggelar acara peluncuran produk pada 9 September 2026. Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat tersebut diperkirakan akan memperkenalkan seri iPhone terbaru sekaligus berpotensi mengungkap iPhone lipat yang telah lama dinantikan. Peluncuran iPhone lipat pertama akan menjadi tonggak penting bagi Apple. Sejumlah analis menilai perangkat kelas premium tersebut dapat menjadi pendorong utama kenaikan harga jual rata-rata produk sekaligus meningkatkan margin perusahaan. Agenda tersebut juga akan menjadi acara besar pertama bagi John Ternus sebagai CEO Apple. Ternus, yang selama ini menjabat sebagai kepala divisi perangkat keras Apple, akan resmi memimpin perusahaan mulai 1 September 2026.
Pada saat yang sama, Tim Cook akan beralih ke posisi sebagai executive chairman. Penunjukan Ternus sebagai CEO diumumkan pada April lalu dan secara luas dipandang sebagai sinyal bahwa Apple kembali memperkuat fokus pada bisnis inti perangkat keras.
Baca Juga: Banjir Bandang Himalaya Tewaskan Ratusan Orang, Lebih dari 1.000 Masih Hilang Samsung Masih Kuasai Pasar Ponsel Lipat
Saat ini, Samsung Electronics masih mendominasi pasar smartphone lipat yang tergolong kecil tetapi terus berkembang. Sejumlah perusahaan teknologi meyakini ponsel lipat pada akhirnya akan menjadi produk arus utama meskipun harga jualnya masih relatif premium. Masuknya Apple ke pasar tersebut dinilai dapat meningkatkan persaingan di segmen smartphone lipat. Perusahaan diperkirakan mengembangkan iPhone lipat dengan ukuran layar yang kurang lebih menyerupai iPad mini. Awal tahun ini, Samsung juga memperkenalkan ponsel lipat baru dengan desain seukuran paspor. Langkah tersebut dilakukan raksasa teknologi Korea Selatan itu untuk mempertahankan posisinya di pasar ponsel lipat menghadapi potensi masuknya Apple. Menurut perusahaan riset IDC, Apple diperkirakan dapat mengirimkan lebih dari 17 juta unit iPhone lipat pada 2027.
Ponsel Lipat Jadi Harapan Baru Industri Elektronik
Perangkat lipat dipandang sebagai salah satu titik terang bagi industri elektronik konsumen yang saat ini menghadapi tekanan akibat kelangkaan parah chip memori dan penyimpanan. Kelangkaan komponen tersebut telah mendorong kenaikan harga berbagai perangkat elektronik dan menekan permintaan konsumen secara keseluruhan. Apple juga telah menaikkan harga sejumlah produk Mac dan iPad untuk mengimbangi peningkatan biaya. Namun, perusahaan pada Juli lalu mengatakan masih menghadapi kekurangan pasokan yang "sangat signifikan" dalam rantai pasoknya. Apple juga memperkirakan gangguan tersebut akan menekan penjualan pada kuartal berjalan.
Pertumbuhan Smartphone Lipat Diproyeksikan Lebih Kuat
Masuknya Apple ke segmen smartphone lipat dinilai penting untuk mendorong pertumbuhan perusahaan sekaligus memperluas pasar perangkat premium.
Baca Juga: Keluarga Panik Cari Kabar Peziarah yang Hilang akibat Banjir Mematikan di Nepal IDC memproyeksikan pengiriman smartphone lipat secara global akan meningkat 12,6% tahun ini. Sebaliknya, pengiriman smartphone global secara keseluruhan diperkirakan mengalami penurunan hingga 16,7%, yang disebut sebagai penurunan terbesar dalam sejarah industri. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa segmen ponsel lipat berpotensi menjadi salah satu area pertumbuhan ketika pasar smartphone konvensional menghadapi tekanan.
Dengan basis pengguna iPhone yang besar, kehadiran Apple di pasar ponsel lipat juga berpotensi mempercepat adopsi perangkat tersebut secara global.
iPhone Generasi Sebelumnya Dorong Siklus Upgrade
Pada acara peluncuran tahun sebelumnya, Apple memperkenalkan iPhone Air dengan desain yang lebih tipis serta meningkatkan sejumlah fitur pada model dasar iPhone 17. Rangkaian produk iPhone 17 tersebut kemudian membantu mendorong siklus peningkatan perangkat atau upgrade cycle yang kuat di kalangan konsumen. Kini, perhatian pasar tertuju pada agenda Apple pada 9 September. Selain seri iPhone terbaru, potensi diperkenalkannya iPhone lipat pertama akan menjadi salah satu keputusan produk yang paling dinantikan, terutama karena perangkat tersebut dapat membuka sumber pertumbuhan baru bagi Apple di tengah tekanan industri smartphone global.