JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana meluncurkan indeks saham baru pada bulan depan. Indeks saham tersebut akan berisi 30 saham terlikuid dengan kapitalisasi terbesar di pasar saham Indonesia."Sebenarnya 30 saham yang akan ada disitu pasti ada juga di LQ 45. Tapi bedanya ini hanya 30 saham," kata Direktur Pengembangan BEI Friederica Widyasari Dewi saat di temui di Jakarta, Selasa (6/3). Saat ini, BEI sudah memasukan sistem untuk 30 saham terlikuid, kapitalisasi pasar, volume, serta frekuensi perdagangan yang paling tinggi di antara kumpulan 45 saham yang ada di LQ 45, dan diharapkan bulan depan sudah dapat diaplikasikan.Selain itu, BEI juga berencana menerbitkan dua indeks baru lainnya, yaitu indeks infrastruktur dan indeks perbankan. Kedua indeks itu pun rencananya akan diluncurkan tahun ini.Lebih lanjut, Friederica menyebut, indeks infrastruktur akan berisi saham infrastruktur, begitu juga dengan indeks perbankan yang isinya saham-saham bank. Namun, dia bilang, pihaknya belum menentukan jumlah saham yang akan tergabung dalam kedua indeks itu.Sejumlah indeks itu diluncurkan menyusul adanya permintaan dari pelaku pasar, terutama para manajer investasi lokal. Namun, dengan diterbitkan indeks-indeks baru ini diharapkan bisa menarik dan menampung dana-dana asing yang ingin parkir di pasar saham domestik.Saat ini banyak lembaga keuangan dan pihak asing yang tertarik untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia. Hal itu didukung oleh pertumbuhan ekonomi dan pasar modal Indonesia yang dinilai cukup baik. Pihak asing yang berminat pada pasar saham Indonesia memang sangat menggemari saham-saham infrastruktur. "Karena mereka memang tertarik pada proyek infrastruktur di Indonesia," imbuh Friderica.Sebagai catatan, hari ini (6/3), BEI kedatangan tamu dari investor Malaysia yang terdiri dari dana pensiun tentara Malaysia, aset management Malaysia, dan Khazanah Nasional Berhad. "Mereka datang ke sini untuk update market kita, mereka tertarik di proyek-proyek infrastruktur," pungkas Friederica.Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
April, BEI luncurkan indeks 30 saham terlikuid
JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana meluncurkan indeks saham baru pada bulan depan. Indeks saham tersebut akan berisi 30 saham terlikuid dengan kapitalisasi terbesar di pasar saham Indonesia."Sebenarnya 30 saham yang akan ada disitu pasti ada juga di LQ 45. Tapi bedanya ini hanya 30 saham," kata Direktur Pengembangan BEI Friederica Widyasari Dewi saat di temui di Jakarta, Selasa (6/3). Saat ini, BEI sudah memasukan sistem untuk 30 saham terlikuid, kapitalisasi pasar, volume, serta frekuensi perdagangan yang paling tinggi di antara kumpulan 45 saham yang ada di LQ 45, dan diharapkan bulan depan sudah dapat diaplikasikan.Selain itu, BEI juga berencana menerbitkan dua indeks baru lainnya, yaitu indeks infrastruktur dan indeks perbankan. Kedua indeks itu pun rencananya akan diluncurkan tahun ini.Lebih lanjut, Friederica menyebut, indeks infrastruktur akan berisi saham infrastruktur, begitu juga dengan indeks perbankan yang isinya saham-saham bank. Namun, dia bilang, pihaknya belum menentukan jumlah saham yang akan tergabung dalam kedua indeks itu.Sejumlah indeks itu diluncurkan menyusul adanya permintaan dari pelaku pasar, terutama para manajer investasi lokal. Namun, dengan diterbitkan indeks-indeks baru ini diharapkan bisa menarik dan menampung dana-dana asing yang ingin parkir di pasar saham domestik.Saat ini banyak lembaga keuangan dan pihak asing yang tertarik untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia. Hal itu didukung oleh pertumbuhan ekonomi dan pasar modal Indonesia yang dinilai cukup baik. Pihak asing yang berminat pada pasar saham Indonesia memang sangat menggemari saham-saham infrastruktur. "Karena mereka memang tertarik pada proyek infrastruktur di Indonesia," imbuh Friderica.Sebagai catatan, hari ini (6/3), BEI kedatangan tamu dari investor Malaysia yang terdiri dari dana pensiun tentara Malaysia, aset management Malaysia, dan Khazanah Nasional Berhad. "Mereka datang ke sini untuk update market kita, mereka tertarik di proyek-proyek infrastruktur," pungkas Friederica.Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News