KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mendorong perluasan akses pasar produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui jaringan ritel modern. Upaya ini menjadi salah satu fokus dalam rangkaian Hari Ritel Nasional (HRN) 2026 yang resmi dimulai di Bandung, Senin (2/11). Kick-Off HRN 2026 digelar di Amanda Supermarket, Cihampelas Walk (Ciwalk), Bandung. Kegiatan ini dihadiri Menteri Perdagangan Budi Santoso, Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN) Donny Purnomo J.E., Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, serta Ketua Umum DPP APRINDO Solihin. Ketua Umum Aprindo Solihin mengatakan, industri ritel memiliki peran strategis dalam menghubungkan produsen, UMKM, petani, pemasok, hingga konsumen. Karena itu, pertumbuhan sektor ritel diharapkan turut membuka peluang lebih luas bagi produk lokal.
Baca Juga: PMI Manufaktur Naik ke 54,0, Kemenperin Minta Momentum Ekspansi Dijaga “Industri ritel memiliki peran strategis dalam menghubungkan produsen, UMKM, petani, pemasok, hingga konsumen. Kemajuan ritel harus memberikan dampak nyata bagi seluruh ekosistem, termasuk membuka kesempatan lebih luas bagi produk-produk lokal untuk berkembang dan menjangkau pasar yang lebih besar,” ujar Solihin, Senin (2/11).
Saat ini, Aprindo merepresentasikan lebih dari 200 perusahaan ritel dengan jaringan 34 Dewan Pengurus Daerah (DPD) dan lebih dari 163 Dewan Pengurus Cabang (DPC) di seluruh Indonesia. Jaringan tersebut menjadi salah satu modal untuk memperluas distribusi dan pemasaran produk dalam negeri. Menteri Perdagangan Budi Santoso menambahkan, pemerintah mendorong produk UMKM yang telah masuk ke jaringan ritel nasional agar dapat memperluas jangkauan hingga pasar ekspor.
Hal ini sejalan dengan program Lokal untuk Global yang dikembangkan Kementerian Perdagangan bersama sektor ritel. “Kami memiliki program Lokal untuk Global yang dikolaborasikan dengan sektor ritel. Produk-produk UMKM yang sudah berhasil masuk ke jaringan ritel nasional perlu kita dorong lebih jauh agar bisa menembus pasar ekspor. Kami juga terbuka untuk berkolaborasi dan siap melakukan MoU denganAprindo dalam mendorong ekspansi produk UMKM,” ujar Budi. Dari sisi pemerintah daerah, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebut industri ritel berpotensi mendukung pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan menarik investasi. Pasalnya, Kota Bandung masih menghadapi tantangan ketenagakerjaan dengan sekitar 90.000 pengangguran terbuka. Farhan juga menyoroti pertumbuhan ekonomi Bandung yang masih di bawah 6%, lebih rendah dibandingkan capaian pada 2019 yang sempat melampaui 7%. “Kota Bandung membutuhkan sektor ritel yang terus tumbuh. Kita ingin wisatawan yang datang ke Bandung tidak hanya berkunjung, tetapi juga berbelanja. Dengan semakin berkembangnya aktivitas perdagangan, kita berharap investasi semakin banyak masuk dan sektor ritel dapat menjadi salah satu motor penggerak ekonomi kota,” ujar Farhan.
Melalui HRN 2026, Aprindo mengajak seluruh perusahaan ritel anggota, baik di tingkat pusat maupun daerah, untuk semakin aktif membuka peluang kemitraan dan memberikan ruang lebih luas bagi produk UMKM serta produk dalam negeri di jaringan gerai masing-masing. “Kami berharap HRN 2026 menjadi momentum bagi pemerintah, dunia usaha, dan UMKM untuk bergerak bersama memperkuat produk Indonesia dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” tutup Solihin.
Baca Juga: Penjualan XPENG Melonjak, ERAL Siapkan Model Baru pada Kuartal IV-2026 Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News