Aprisindo: RI Produsen Alas Kaki Terbesar Ketiga Dunia, Ekspor Tembus 601 Juta Pasang



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Anton J. Supit menyatakan, Indonesia kini menempati posisi sebagai negara eksportir alas kaki terbesar ketiga di dunia.

Hal tersebut tercermin dari volume ekspor yang mencapai sekitar 601 juta pasang, menegaskan posisi strategis Indonesia dalam rantai pasok industri alas kaki global.

“Indonesia sebagai negara eksportir alas kaki terbesar ketiga di dunia, dengan volume ekspor mencapai sekitar 601 juta pasang,” ujar Anton dalam keterangan tertulis, Jumat (10/4/2026).


Baca Juga: Stok BBM Aman, Bahlil Sebut Indonesia Lewati Masa Kritis Energi

Anton menambahkan, dalam beberapa tahun terakhir industri alas kaki nasional menunjukkan kinerja ekspor yang kuat dan konsisten.

Berdasarkan data Aprisindo, nilai ekspor alas kaki Indonesia pada 2025 mencapai sekitar US$ 7,98 miliar, naik 9,54% dibandingkan tahun sebelumnya.

Secara kumulatif, sepanjang periode 2020–2025, ekspor alas kaki Indonesia meningkat lebih dari 65%. Capaian ini mencerminkan daya saing industri nasional yang semakin kuat di pasar global.

Dari sisi pasar, Amerika Serikat (AS) masih menjadi tujuan utama dengan porsi sekitar 30% dari total ekspor, atau senilai US$ 2,8 miliar pada 2025.

Sementara itu, kawasan Uni Eropa menjadi pasar terbesar kedua dengan nilai ekspor sekitar US$ 1,76 miliar.

Baca Juga: Dongkrak Daya Saing & Investasi Kawasan Industri, JIEP Genjot Infrastruktur Digital

Adapun ekspor ke China tercatat sekitar US$ 504 juta, diikuti oleh lebih dari 132 negara lainnya.

Meski demikian, Anton mengakui bahwa perdagangan global saat ini tengah menghadapi tekanan akibat konflik geopolitik, termasuk perubahan kebijakan tarif yang berdampak pada struktur rantai pasok industri alas kaki dunia.

Namun kondisi tersebut justru membuka peluang bagi Indonesia untuk memperkuat posisinya sebagai basis produksi utama bagi berbagai merek global.

Di sisi lain, peluang ekspansi pasar juga semakin terbuka melalui perundingan Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement, yang diharapkan dapat memperluas akses produk alas kaki Indonesia ke pasar Eropa melalui penurunan hingga penghapusan tarif.

Baca Juga: Catat Rekor Tertinggi, Penjualan Chery Group Capai 240.678 unit Per Maret 2026

Sebagai bagian dari penguatan industri, Indonesia akan menggelar Indonesia Footwear Summit 2026 pada 13–15 April 2026 di DoubleTree by Hilton Kemayoran.

Acara ini diharapkan menjadi momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi dan daya saing industri alas kaki nasional di kancah global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News