KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) menilai kebijakan Pemerintah Amerika Serikat (AS) yang memberlakukan tarif tambahan 10% terhadap produk asal Indonesia mulai 24 Juli 2026 belum memberikan dampak signifikan terhadap daya saing ekspor industri alas kaki nasional. Sekretaris Jenderal Aprisindo Yoseph Billie Dosiwoda mengatakan, besaran tarif yang dikenakan kepada Indonesia masih setara dengan negara pesaing utama seperti India dan Kamboja. Sementara itu, Vietnam dan China justru dikenai tarif lebih tinggi sebesar 12,5%. "Sekarang tarif yang diberikan ke Indonesia sebesar 10%. Bagi industri alas kaki, ini bisa dianggap tidak signifikan dampaknya karena Kamboja dan India juga diberikan tarif yang sama," ujar Billie kepada Kontan, Senin (27/7/2026).
Aprisindo: Tarif AS 10% Belum Goyahkan Ekspor Alas Kaki
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) menilai kebijakan Pemerintah Amerika Serikat (AS) yang memberlakukan tarif tambahan 10% terhadap produk asal Indonesia mulai 24 Juli 2026 belum memberikan dampak signifikan terhadap daya saing ekspor industri alas kaki nasional. Sekretaris Jenderal Aprisindo Yoseph Billie Dosiwoda mengatakan, besaran tarif yang dikenakan kepada Indonesia masih setara dengan negara pesaing utama seperti India dan Kamboja. Sementara itu, Vietnam dan China justru dikenai tarif lebih tinggi sebesar 12,5%. "Sekarang tarif yang diberikan ke Indonesia sebesar 10%. Bagi industri alas kaki, ini bisa dianggap tidak signifikan dampaknya karena Kamboja dan India juga diberikan tarif yang sama," ujar Billie kepada Kontan, Senin (27/7/2026).
TAG: