KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional masih mencatatkan pertumbuhan sepanjang 2025, namun diiringi tekanan struktural yang kian berat. Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (ApsyFi) menilai, prospek industri TPT di 2026 akan sangat ditentukan oleh kemampuan pemerintah mengamankan pasar domestik di tengah lonjakan impor dan perubahan peta persaingan global. Ketua Umum ApsyFi Redma Gita mengatakan, secara angka statistik industri TPT masih tumbuh dengan estimasi sekitar 4%. Namun, pertumbuhan tersebut belum mampu mengangkat kembali kontribusi industri tekstil terhadap perekonomian nasional.
ApsyFi: Tanpa Perlindungan Pasar Domestik, Industri TPT Terancam pada 2026
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional masih mencatatkan pertumbuhan sepanjang 2025, namun diiringi tekanan struktural yang kian berat. Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (ApsyFi) menilai, prospek industri TPT di 2026 akan sangat ditentukan oleh kemampuan pemerintah mengamankan pasar domestik di tengah lonjakan impor dan perubahan peta persaingan global. Ketua Umum ApsyFi Redma Gita mengatakan, secara angka statistik industri TPT masih tumbuh dengan estimasi sekitar 4%. Namun, pertumbuhan tersebut belum mampu mengangkat kembali kontribusi industri tekstil terhadap perekonomian nasional.
TAG: