KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah telah menugaskan Perum Bulog untuk menyerap gula dari tebu rakyat yang digiling di PG BUMN yang sesuai standar kualitas SNI dengan harga Rp 9.700 per kilogram (kg). Penugasan ini diputuskan dalam Rapat Koordinasi Terbatas yang diselenggarakan 17 Juli lalu. Meski begitu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Soemitro Samadikoen justru berpendapat keputusan ini tak menyelesaikan masalah yang ada saat ini. Pasalnya, permasalahan utama petani adalah pedagang yang tidak mau membeli gula petani serta adanya harga eceran tertinggi yang ditetapkan. Tak hanya itu, besarnya kuota impor gula juga dianggap mematikan petani tebu. “Yang harus diurai ini kenapa pedagang tidak mau beli. Bisa jadi karena dia tidak berani membeli. Kami melihat ada regulasi yang membatasi pedagang membeli gula. Ada surat menteri perdagangan no 885 tahun 2017, di mana mewajibkan Bulog membeli di bawah HPP, dan terdapat klausul lagi yang bisa menjual ke pasar hanya Bulog,” kata Soemitro, Rabu (25/7).
APTRI: Penyerapan gula oleh Bulog tak menyelesaikan masalah
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah telah menugaskan Perum Bulog untuk menyerap gula dari tebu rakyat yang digiling di PG BUMN yang sesuai standar kualitas SNI dengan harga Rp 9.700 per kilogram (kg). Penugasan ini diputuskan dalam Rapat Koordinasi Terbatas yang diselenggarakan 17 Juli lalu. Meski begitu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Soemitro Samadikoen justru berpendapat keputusan ini tak menyelesaikan masalah yang ada saat ini. Pasalnya, permasalahan utama petani adalah pedagang yang tidak mau membeli gula petani serta adanya harga eceran tertinggi yang ditetapkan. Tak hanya itu, besarnya kuota impor gula juga dianggap mematikan petani tebu. “Yang harus diurai ini kenapa pedagang tidak mau beli. Bisa jadi karena dia tidak berani membeli. Kami melihat ada regulasi yang membatasi pedagang membeli gula. Ada surat menteri perdagangan no 885 tahun 2017, di mana mewajibkan Bulog membeli di bawah HPP, dan terdapat klausul lagi yang bisa menjual ke pasar hanya Bulog,” kata Soemitro, Rabu (25/7).