Arab mengerek suplai minyak



DUBAI. Arab Saudi mengisyaratkan bakal menaikkan persediaan minyak mentah pada bulan ini ke rekor baru. Angkanya bahkan bisa mengalahkan Rusia. Ini dilakukan seiring dengan persiapan Arab Saudi menuju pertemuan negara produsen minyak pada September 2016.

Sumber Reuters membisikkan, negara yang menjadi eksportir minyak terbesar dunia tersebut telah meningkatkan produksi sejak Juni 2016. Hal ini dilakukan untuk memenuhi permintaan dan meningkatkan jumlah ekspor.

Sumber tersebut juga menambahkan, peningkatan produksi untuk mengantisipasi pertemuan pada September. Anggota OPEC dan non anggota OPEC meminta agar harga minyak dikerek dengan menahan jumlah pasokan minyak. Arab Saudi memang menginginkan harga lebih tinggi, tetapi  sulit untuk menahan jumlah pasokan.


Analis Petromatrix Olivier Jakob bilang, akan sulit bagi Arab Saudi memaksakan dirinya untuk bergabung dalam rencana tersebut. Karena sumber permasalahan adalah peningkatan persediaan.

Pada Juni 2016, Arab Saudi sudah memompa 10,55 juta barel minyak per hari dan meningkatkan produksi lagi menjadi 10,67 juta barel per hari pada Juli 2016. Jumlah ini merupakan produksi minyak Arab tertinggi sepanjang sejarah. Kini Arab tengah berusaha meningkatkan persediaannya mencapai rekor baru bulan ini seiring dengan peningkatan permintaan dari dalam dan luar negeri.

Permintaan besar

Sumber Reuters yang berasal dari negara non OPEC mengatakan, Arab Saudi diam-diam meningkatkan produksi 10,8 juta-10,9 juta barel per hari pada Agustus 2016.

Pekan lalu, Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih menjelaskan, alasan peningkatan produksi karena meningkatnya permintaan domestik dan global. "Meskipun sentimen bearish melanda pasar, kami masih melihat ada permintaan minyak mentah yang cukup kuat di sebagian besar belahan dunia," jelas dia. Apalagi jumlah pasokan negara non OPEC menurun.

Jumlah persediaan minyak mentah di pasar pada Juli  2016 mencapai 10,75 juta barel per hari. Akibatnya, harga minyak tertekan. Penurunan harga minyak tersebut menjadi pukulan bagi anggaran negara-negara eksportir minyak termasuk Arab Saudi.

Arab Saudi tidak sendiri dalam meningkatkan produksi. Menteri Perminyakan Iran Bijan Zanganeh kepada dalam parlemen, pekan lalu mengatakan, ingin meningkatkan produksi menjadi 4,6 juta barel per hari dalam lima tahun ke depan. Saat ini jumlah produksi Iran 3,6 juta barel per hari.

Irak, produsen terbesar kedua negara OPEC pada April 2016 lalu menyatakan akan mendukung pengurangan produksi dan sudah membuat kontrak baru dengan pengusaha minyak untuk mengelola kilang minyak utama. Irak akan meningkatkan produksi tahun depan sebanyak 350.000 barel per hari.

Rusia yang semula siap mengerem produksi, kini berubah sikapnya. Rusia tetap akan meningkatkan produksi. Kini produksi minyak Rusia hampir 10,85 juta barel per hari dan diramal akan terus meningkat sampai 2017. 

Editor: Sanny Cicilia