Arab Saudi perlonggar jam malam pasca wabah corona, tapi tak berlaku untuk Mekkah



KONTAN.CO.ID - DUBAI. Kantor Berita Pemerintah Arab Saudi SPA mengatakan, Arab Saudi mengurangi jam malam di seluruh negeri pada Minggu (26/4) tetapi tetap mengunci kota Mekah dan sekitarnya selama 24 jam untuk mencegah penularan virus corona.

Mengutip Reuters, Arab Saudi juga menandatangani kesepakatan dengan China untuk melakukan 9 juta tes untuk virus tersebut. Sejauh ini, Arab Saudi mencatat 17.522 kasus infeksi dengan 139 kematian.

Ini adalah angka tertinggi dalam Dewan Kerjasama Teluk yang beranggotakan enam orang (GCC) yang bersama-sama telah mencatat hampir 46.000 kasus dengan 258 kematian.


Baca Juga: G20 meluncurkan inisiatif akses alat kesehatan guna memerangi virus corona

Di luar Mekkah dan area lockdown, jam malam akan dilonggarkan antara pukul 9 pagi dan 5 petang (06.00-14.00 GMT) hingga 13 Mei.

Pemerintah Kerajaan juga memungkinkan beberapa kegiatan ekonomi dan komersial kembali berjalan, termasuk toko grosir dan eceran serta pusat perbelanjaan mulai Rabu hingga 13 Mei.

Kegiatan yang tidak memungkinkan untuk physical distancing seperti salon dan bioskop akan tetap ditutup. Pertemuan sosial yang melibatkan lebih dari lima orang dilarang.

Pihak berwenang di ibukota Riyadh mengeluarkan saran tambahan yang mengatakan uang kertas tidak akan digunakan.

Toko yang buka harus memastikan tidak lebih dari satu pelanggan dalam radius 10 meter persegi. Mal harus disterilkan setia 24 jam dan anak-anak di bawah 15 tahun tidak diizinkan masuk.

Kementerian Dalam Negeri menyatakan, penangguhan penerbangan internasional dan domestik juga diperpanjang hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Saudi menandatangani kontrak dengan China senilai SAR 885 juta (US$ 264 juta) untuk melakukan 9 juta tes virus corona. Kontrak ini mencakup enam laboratorium yang akan didirikan di seluruh negeri, 500 staf China yang akan dibawa, pelatihan untuk staf Saudi dan audit selama delapan bulan.

Baca Juga: Raja Salman sedih tak ada doa dan salat di mesjid selama Ramadan akibat pandemi

Di Qatar, pemerintah mengumumkan peningkatan jumlah kasus terkonfirmasi positif harian tertinggi sebanyak 929 kasus, sehingga totalnya menjadi 10.287 kasus infeksi dan 10 kematian.

Beberapa kasus baru telah dicatat di antara para pekerja di luar zona industri lama ibukota, yang telah diisolasi pada pertengahan Maret setelah muncul sebagai titik panas untuk virus. Pekan lalu Qatar mengatakan akan secara bertahap mulai membuka lockdown di sana.

Wilayah Teluk telah melihat peningkatan infeksi di kalangan pekerja asing yang tinggal di akomodasi yang penuh sesak.

Editor: Herlina Kartika Dewi