KONTAN.CO.ID - Konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman kembali memanas. Koalisi pimpinan Arab Saudi menuding Houthi menyerang sebuah gardu distribusi listrik di Madinah pada pekan ini. Mengutip
Reuters, Kamis (1/10/2026), serangan tersebut menyebabkan satu transformator tidak beroperasi. Namun, koalisi mengatakan serangan itu tidak sampai mengganggu jaringan listrik secara keseluruhan. Gardu listrik yang diserang disebut memasok listrik ke Masjid Nabawi, salah satu situs paling suci dalam agama Islam.
Baca Juga: Negara Masih Dilanda Kesulitan Pangan, Kim Jong Un Diprediksi Obesitas Koalisi pimpinan Arab Saudi mengatakan penyelidikan serta pemeriksaan terhadap puing-puing pesawat nirawak (drone) mengonfirmasi keterlibatan Houthi dalam perencanaan dan pelaksanaan serangan pada Selasa (29/9). Houthi membantah tuduhan tersebut. Sumber militer Houthi yang dikutip kantor berita Saba menyebut tuduhan itu sebagai "kebohongan" dan menilai pernyataan tersebut digunakan untuk menutupi kegagalan Arab Saudi membuktikan tuduhan sebelumnya mengenai serangan Houthi terhadap Mekkah. Sekitar dua pekan lalu, Arab Saudi mengatakan telah mencegat dan menghancurkan sebuah drone Houthi di selatan Mekkah sebelum memasuki wilayah udara terbatas di atas kota tersebut. Koalisi Arab Saudi menyebut insiden itu sebagai upaya kedua Houthi menargetkan Mekkah sejak 2017. Namun, Houthi juga membantah pernah menargetkan Mekkah maupun situs suci Islam lainnya. Koalisi Arab Saudi mengatakan, serangan di Madinah merupakan bagian dari serangkaian upaya Houthi yang mereka tuduhkan menargetkan Dua Kota Suci dan "memprovokasi" umat Muslim di seluruh dunia. Koalisi tersebut menyatakan akan terus mengambil langkah untuk melindungi situs-situs suci dan para jamaah.
Baca Juga: Inflasi Inti Tokyo Naik 2,7%, Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga BOJ Menguat Bentrokan Kembali Meningkat Beberapa jam setelah tuduhan tersebut, Houthi melaporkan serangan udara Arab Saudi terhadap Sanaa, ibu kota Yaman, serta sejumlah wilayah lainnya. Belum ada konfirmasi langsung dari Arab Saudi mengenai laporan serangan tersebut. Namun, pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi menyatakan telah melancarkan lebih dari dua lusin serangan udara terhadap posisi Houthi di Provinsi Taiz. Serangan tersebut disebut menyasar tempat penyimpanan rudal, pusat komando dan sejumlah fasilitas militer lainnya. Eskalasi terbaru ini menjadi salah satu pertempuran paling serius antara Arab Saudi dan Houthi yang bersekutu dengan Iran sejak gencatan senjata yang dimediasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 2022 berhasil menghentikan sebagian besar serangan lintas perbatasan.
Ketegangan kembali meningkat tahun ini setelah Houthi pada Juli menyatakan blokade laut terhadap Arab Saudi dan mulai menyerang wilayah Saudi serta kapal-kapal yang melintas.
Baca Juga: AS Sanksi Industri Otomotif dan Kereta Api Iran, Perusahaan Indonesia Ikut Terdampak Di sisi lain, pasukan Houthi juga mencatat kemajuan teritorial di sepanjang pesisir Laut Merah Yaman. Arab Saudi kemudian merespons dengan serangan udara di Yaman sekaligus mendukung pasukan pemerintah Yaman dalam menghadapi Houthi. Jika laporan serangan terhadap Sanaa terkonfirmasi, serangan tersebut akan menjadi serangan pertama di ibu kota Yaman sejak Juli. Saat itu, pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi menyerang landasan pacu Bandara Sanaa untuk mencegah pesawat Iran mendarat.