Arah IHSG Bakal Ditentukan oleh Hasil RDG BI



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan pada perdagangan Selasa (22/9). IHSG bahkan tutup di bawah level psikologis 6.300, melemah 1,69% ke posisi 6.277,04.

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang menilai, koreksi IHSG terjadi di tengah sikap para investor yang masih mencermati sejumlah sentimen global dan menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada Rabu (23/9). Pasar memperkirakan, BI masih mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75%. Selain keputusan suku bunga, investor juga akan mengamati arah kebijakan dan sikap BI soal kondisi rupiah serta stabilitas pasar.

Dari global, harga minyak mentah kembali bergerak di bawah US$ 100 per barel lantaran terdapat harapan upaya diplomasi baru yang dapat mengakhiri konflik Amerika Serikat (AS)-Iran. Sehingga distribusi minyak dari kawasan Timur Tengah berpeluang kembali pulih.


"Secara teknikal, IHSG telah tutup di bawah level MA100 dan MA60. Diperkirakan IHSG akan menguji level psikologis di 6,200. Selain itu terdapat gap di level 6,186," ujar dia, Selasa (22/9).

Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda memprediksi, IHSG masih berpotensi bergerak volatil dengan kecenderungan wait and see pada Rabu (23/9). Area 6.250-6.200 menjadi support penting bagi indeks, sedangkan resistance berada di kisaran 6.370-6.410.

Arah IHSG selanjutnya akan sangat bergantung pada respons pasar terhadap hasil RDG BI, terutama terkait keputusan BI rate. Juga kebijakan bank sentral pada masa mendatang.

Menurutnya, jika BI mempertahankan suku bunga acuan dan memberikan sinyal yang cukup mendukung stabilisasi rupiah, peluang terjadinya technical rebound pada IHSG masih terbuka. Sebaliknya, tekanan bagi pasar saham dapat berlanjut apabila sentimen global, rupiah, dan harga minyak kembali memburuk.

Seiring kondisi pasar yang masih volatil, Reza menyebut ada sejumlah saham yang dapat dicermati untuk perdagangan hari ini. Antara lain BIPI, RMKE dan CUAN. Ada pula saham LABA yang layak diperhatikan di tengah risiko tekanan harga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News