Arah rupiah akan disetir pidato Ketua Fed



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penguatan nilai tukar rupiah diperkirakan berlanjut pada Selasa (26/2). Pelemahan indeks dollar Amerika Serikat (AS) masih akan menjadi katalis yang menjaga posisi mata uang Garuda. Apalagi investor juga tengah berhati-hati menanti pidato yang akan disampaikan oleh Ketua Bank Sentral AS yang baru Jerome Powell.

“Pasar masih waspada menjelang testimoni Powell, besok,” terang Faisyal, analis PT Monex Investindo Futures kepada Kontan.

Pidato Powell ini dinanti karena investor mengharapkan kepastian mengenai arah kebijakan The Fed selanjutnya. Selama ini pengganti Janet Yellen itu lebih dikenal kerap mengambil kebijakan yang dovish. Faisyal memperkirakan, rupiah akan cederung menguat terbatas.


Keyakinan serupa disampaikan David Sumual, ekonom PT Bank Sentral Asia (BCA) Tbk. Ia melihat, rupiah masih berpeluang terapresiasi terbatas. Namun, menurutnya, keunggulan rupiah tetap disokong alasan teknikal. “Ini teknikal saja karena sepekan lalu sudah melemah,” paparnya.

Di tengah kondisi yang minim data seperti sekarang ini, kata David, mata uang Garuda tengah menanti beberapa katalis positif. Diantaranya rilis data inflasi domestik pada 1 Maret nanti.

Ia menebak, besok, rupiah akan berada pada kisaran Rp 13.620-Rp 13.680 per dollar AS. Sedangkan Faisyal memperkirakan mata uang Garuda bisa bergerak di rentang Rp 13.630-Rp 13.680 per dollar AS.

Di pasar spot, Senin (26/2), rupiah ditutup menguat 0,05% ke level Rp 13.660 per dollar AS. Sedangkan mengacu kurs tengah Bank Indonesia, valuasinya menguat 0,08% ke level Rp 13.659 per dollar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dupla Kartini