Arah Rupiah Pada Senin (7/2) Akan Bergantung Pada Rilis Data PDB



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nasib rupiah pada perdagangan Senin (7/2) akan ditentukan oleh rilis data ekonomi domestik. Dari sentimen eksternal, data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang cukup baik bisa jadi katalis negatif untuk rupiah.

Ekonom Bank Mandiri Reny Eka Putri menjelaskan, data ketenagakerjaan atau Non Farm Payroll Amerika Serikat menjadi salah satu faktor bagi The Fed dalam menentukan kebijakan kenaikan suku bunga acuan. Semula pasar mengekspektasikan bahwa kenaikan non farm payroll untuk Januari tidak akan terlalu tinggi, yakni 125.000.

Namun, ternyata data non farm payroll untuk Januari mengalami kenaikan hingga mencapai 467.000, atau di atas ekspektasi. Alhasil ini berpotensi menjadi katalis positif untuk dolar AS dan jadi katalis negatif untuk rupiah. 


Sementara dari dalam negeri, pada esok hari akan ada rilis data yang sudah dinantikan pelaku pasar, yakni pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2021. 

Baca Juga: Rupiah Berpotensi Tertekan Pada Perdagangan Senin (7/2), Ini Pemicunya

“Kami memperkirakan PDB untuk Indonesia pada kuartal IV-2021 akan lebih tinggi, yakni 5,06%, sehingga membawa angka full year untuk 2021 sebesar 3,69%,” kata Reny kepada Kontan.co.id, Jumat (4/2).

Selain rilis data PDB, ia juga menyebut pasar akan terus memantau dan memperhatikan perkembangan kasus positif Covid-19 di dalam negeri.

Untuk perdagangan Senin, Reny memperkirakan rupiah akan bergerak pada kisaran Rp 14.320 - Rp 14.398 per dolar AS.

Pada perdagangan Jumat (4/2), rupiah di pasar spot ditutup di level Rp 14.380 per dolar AS atau terkoreksi tipis 0,02%. Sementara, jika dihitung dalam sepekan, rupiah melemah tipis 0,03%. 

Sementara di kurs referensi Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah pada Jumat berhasil menguat 0,03% ke Rp 14.376 per dolar AS. Sedangkan dalam seminggu terakhir, mata uang Garuda ini juga mencatatkan penguatan 0,03%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News