Aramco Siapkan Divisi Gas, Buka Peluang IPO Unit Bisnis



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Saudi Aramco berencana merombak struktur bisnisnya dengan membentuk divisi gas baru. Langkah ini disiapkan untuk memperkuat bisnis gas sekaligus membuka peluang bagi Aramco menghimpun modal dari investor eksternal.

Dua sumber yang mengetahui rencana tersebut mengatakan kepada Reuters, pembentukan divisi gas akan menjadi platform khusus bagi Aramco untuk mengembangkan sumber daya gas alam di dalam negeri dan memperluas portofolio liquefied natural gas (LNG) di pasar global.

Restrukturisasi ini juga berpotensi membuka jalan bagi Aramco untuk melepas sebagian kepemilikan pada unit bisnis tertentu melalui pencatatan saham di masa mendatang.


Aksi tersebut dapat menjadi sumber pendanaan baru tanpa mengurangi kendali operasional Aramco atas bisnis-bisnis tersebut.

Baca Juga: CEO Baru BP Siap Restrukturisasi Besar Juni 2026, Rombak Unit Gas dan Energi Hijau

Strategi ini sejalan dengan langkah sejumlah perusahaan energi milik negara di kawasan Teluk yang menawarkan sebagian kepemilikan unit usahanya kepada investor, tetapi tetap mempertahankan kendali atas bisnis utama.

Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC), misalnya, telah mencatatkan saham sejumlah bisnis, termasuk gas, pengeboran dan ritel bahan bakar.

Aramco sendiri merupakan perusahaan terb

uka dan memiliki sejumlah entitas yang telah tercatat di bursa, termasuk raksasa petrokimia Saudi Basic Industries Corp (SABIC).Aramco dan ADNOC juga sebelumnya menghimpun dana dalam jumlah besar melalui monetisasi aset infrastruktur, seperti jaringan pipa minyak dan gas.

Aramco menargetkan bisnis gas menjadi salah satu sumber pertumbuhan baru sekaligus membuka alternatif pendanaan di luar bisnis minyak. Aramco belum memberikan komentar terkait rencana reorganisasi tersebut.

Baca Juga: Unit Bisnis Astra Financial Hadirkan Berbagai Program Menarik di GIIAS 2026

Langkah ini dilakukan ketika Arab Saudi terus mendorong diversifikasi ekonomi untuk mengurangi ketergantungan terhadap minyak.

Aramco sebagai perusahaan energi terbesar di negara tersebut memiliki peran penting dalam mendukung agenda tersebut melalui ekspansi bisnis gas dan LNG.