Aramco Tawarkan Lebih Banyak Minyak di Luar Selat Hormuz, China Jadi Tujuan



KONTAN.CO.ID - Saudi Aramco meningkatkan penawaran minyak mentah untuk pengiriman pada September melalui lokasi di luar Selat Hormuz.

Langkah ini dilakukan setelah perusahaan minyak Arab Saudi tersebut menjual sedikitnya 4 juta barel minyak kepada pembeli di China pada Agustus.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Turun US$2, Tertekan Harapan Pembukaan Selat Hormuz


Mengutip Reuters, empat sumber yang mengetahui masalah tersebut mengatakan Aramco kembali menawarkan minyak mentah Arab Medium dan Arab Heavy kepada pembeli di Asia untuk pekan kedua berturut-turut.

Penawaran dilakukan melalui mekanisme ship-to-ship (STS) atau pemindahan muatan antarkapal di lepas pantai Fujairah, Uni Emirat Arab (UEA), maupun Sohar, Oman. Kedua lokasi tersebut berada di luar Selat Hormuz.

Salah satu sumber mengatakan batas waktu pengajuan penawaran ditetapkan pada Rabu (26/8/2026).

Langkah Aramco tersebut dilakukan di tengah gangguan lalu lintas kapal di Selat Hormuz. Data pelayaran menunjukkan Aramco juga mengalihkan sejumlah kargo menggunakan kapal tanker yang mematikan sistem pelacakan selama melewati selat tersebut untuk menghindari serangan.

Sebelum perang AS-Iran pecah pada 28 Februari 2026, Selat Hormuz menjadi jalur bagi sekitar seperlima perdagangan minyak dan gas dunia.

Saudi Aramco belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar Reuters.

Baca Juga: The Fed Beri Sinyal Kenaikan Suku Bunga Jika Inflasi AS Tak Kunjung Mereda

Empat Juta Barel Minyak Saudi Menuju China

Data pelayaran dari Vortexa dan Kpler menunjukkan dua kapal tanker super yang membawa total 4 juta barel minyak mentah Saudi menuju China setelah melakukan pemindahan muatan melalui metode STS di lepas pantai Sohar.

Kapal Very Large Crude Carrier (VLCC) Singapore Prosperity memindahkan muatan minyak Saudi pada sekitar 22 Agustus kepada VLCC Xin Hui Yang. Kapal tersebut diperkirakan tiba di Pelabuhan Ningbo, China bagian timur, pada 15 September.

Sementara itu, pada Selasa (25/8), VLCC Algeria Prosperity memindahkan muatannya kepada VLCC Xin Han Yang. Kapal tersebut diperkirakan tiba di Pelabuhan Zhanjiang, China bagian selatan, pada 12 September.

Baca Juga: Bank Sentral Thailand Tahan Suku Bunga di 1%, Ekonomi Masih Lemah

Kedua kargo tersebut akan dikirimkan kepada Sinopec, perusahaan pengolahan minyak terbesar di dunia, menurut data Vortexa. Sinopec belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar.

Selain itu, Aramco pada pekan lalu menjual sedikitnya 4 juta barel minyak mentah jenis lebih berat kepada PetroChina dan Sinochem.

Penjualan tersebut dilakukan setelah Aramco kembali melakukan aktivitas pemuatan minyak di Pelabuhan Ras Tanura pada awal Agustus.