Aramco Tingkatkan Ekspor Minyak, 60 Juta Barel Dijual September-Oktober 2026



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Arab Saudi meningkatkan pengiriman minyak mentah melalui kawasan Teluk dengan memanfaatkan skema transfer antarkapal atau ship-to-ship di Pelabuhan Sohar, Oman. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kelancaran pasokan setelah ekspor dari Pelabuhan Yanbu di Laut Merah terganggu.

Sejumlah sumber perdagangan mengatakan Arab Saudi telah menjual sekitar 60 juta barel minyak mentah dari Pelabuhan Ras Tanura di kawasan Teluk untuk dimuat melalui transfer antarkapal di Pelabuhan Sohar pada September dan Oktober.

Ekspor perusahaan minyak negara Saudi Aramco dari kawasan Teluk diperkirakan kembali meningkat menjadi rata-rata sekitar 1 juta hingga 1,5 juta barel per hari. Volume tersebut berada di kisaran yang sama atau sedikit lebih tinggi dibandingkan level Agustus.


Kenaikan ekspor dari kawasan Teluk tersebut turut meredakan harga minyak dunia karena berpotensi menggantikan sebagian pasokan yang hilang dari Pelabuhan Yanbu. Ekspor melalui pelabuhan di Laut Merah itu melambat setelah pipa East-West milik Arab Saudi mengalami serangan.

Baca Juga: Ukraina Prioritaskan Ekspor Produk Bernilai Tinggi, Stok Gandum Terancam

Sumber yang mengetahui transaksi tersebut mengatakan kilang minyak di China dan Korea Selatan menjadi salah satu pembeli utama pasokan minyak secara spot. Sebagian volume lainnya akan dikirim ke India dan Jepang.

Saudi Aramco belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar Reuters di luar jam kerja.

Harga minyak berjangka dunia turun lebih dari US$1 per barel pada Jumat (18/9/2026). Penurunan tersebut terjadi setelah muncul laporan bahwa Arab Saudi berupaya mengembalikan sekitar separuh kapasitas pipa East-West dalam beberapa hari.

Selain itu, Arab Saudi disebut menawarkan lebih banyak kargo minyak mentah kepada perusahaan penyulingan Asia melalui mekanisme transfer antarkapal di lepas pantai Sohar.

Ekspor Minyak Arab Saudi ke Asia Meningkat

Peningkatan ekspor minyak dari kawasan Teluk menjadi kabar positif bagi pembeli di Asia. Kawasan tersebut merupakan pasar utama minyak mentah Arab Saudi.

Baca Juga: Harga Kedelai Melemah, Pasar Menanti Hasil Pertemuan Trump dan Xi

Namun, peningkatan pengiriman tersebut terjadi ketika biaya angkutan kapal tanker berukuran sangat besar atau very large crude carrier (VLCC) juga mencatat kenaikan tajam.

Menurut perusahaan pialang kapal, tarif sewa VLCC untuk mengangkut sekitar 2 juta barel minyak dari Fujairah menuju Asia pada awal Oktober telah mencapai 800 Worldscale. Angka tersebut menjadi rekor baru pada pekan ini.

Jepang juga menyatakan pasokan minyak mentah untuk kebutuhan kilangnya masih mencukupi hingga November. Japan Petroleum Association (PAJ) mengatakan kondisi tersebut antara lain didukung oleh transfer minyak mentah dari kapal ke kapal yang dilakukan di luar Selat Hormuz.

Presiden PAJ Shunichi Kito mengatakan sebagian minyak Saudi tetap dapat dikirim kepada pembeli meskipun melewati kawasan Selat Hormuz.

"Dalam beberapa kasus, minyak melewati Selat Hormuz dengan risiko yang ditanggung Arab Saudi sebelum ditransfer kepada kami di luar Teluk. Karena alasan itu, pasokan dari Arab Saudi tidak sepenuhnya terhenti," kata Kito di Tokyo.