Ardian dan Oak Holdings Jajaki Akuisisi INWIT, Siapkan Langkah Take-Private



KONTAN.CO.ID - MILAN. Pemegang saham utama INWIT, perusahaan menara telekomunikasi seluler terbesar di Italia, tengah menjajaki pendanaan untuk rencana menarik perusahaan tersebut dari bursa saham (take-private). Langkah ini berlangsung di tengah sengketa kontrak antara INWIT dan dua pelanggan utamanya.

Dua sumber yang mengetahui persoalan tersebut mengatakan, perusahaan ekuitas swasta asal Prancis, Ardian, dan perusahaan investasi Oak Holdings 1 tengah menjajaki penawaran untuk membeli saham INWIT yang dimiliki pemegang saham minoritas.

Oak Holdings 1 didukung oleh sejumlah investor, yakni GIP, Vodafone, dan KKR.


Ardian menguasai 32% saham INWIT, sedangkan Oak Holdings memiliki 39% saham perusahaan tersebut.

Baca Juga: Elon Musk Berjanji Hadirkan Starlink dengan Harga Terjangkau di India, Jelang IPO Jio

Kedua kelompok investor itu tengah membahas skema pendanaan untuk penawaran akuisisi dengan sejumlah bank, menurut sumber tersebut. Salah satu sumber menambahkan, perusahaan investasi asal Abu Dhabi, Mubadala, diperkirakan akan mengambil kepemilikan saham di INWIT sebagai bagian dari rencana tersebut.

Meski demikian, kedua sumber mengingatkan bahwa pembahasan masih berlangsung dan belum menghasilkan keputusan final.

Ardian, GIP, Vodafone, KKR, dan Mubadala menolak memberikan komentar. GIP merupakan bagian dari perusahaan investasi asal Amerika Serikat (AS), BlackRock.

Sementara itu, juru bicara INWIT mengatakan bahwa perusahaan tidak memiliki informasi mengenai rencana tersebut.

INWIT melantai di Bursa Efek Milan pada 2015. Sejak Februari lalu, perusahaan telah menjadi subjek spekulasi akuisisi setelah media Prancis melaporkan bahwa Ardian dan kelompok investasi Brookfield tertarik membawa perusahaan tersebut keluar dari bursa saham.

Rencana tersebut muncul ketika INWIT menghadapi perselisihan dengan dua pelanggan utamanya, yakni Telecom Italia (TIM) dan Fastweb, perusahaan yang berada di bawah Swisscom.

Kedua pelanggan tersebut telah memulai prosedur untuk mengakhiri kontrak masing-masing dengan INWIT sebagai bagian dari upaya untuk menegosiasikan ulang kontrak dengan persyaratan yang lebih menguntungkan bagi mereka.

Perselisihan kontrak tersebut menjadi salah satu perkembangan penting bagi INWIT di tengah spekulasi pengambilalihan perusahaan.

Baca Juga: Bank Dunia Berdiskusi dengan Puluhan Negara Mengenai Bantuan Krisis

Berdasarkan data LSEG, nilai pasar INWIT telah merosot sekitar 27% dalam setahun terakhir menjadi US$ 7,1 miliar atau setara dengan € 6,3 miliar pada penutupan perdagangan Jumat (9/10/2026).

TAG: