Argentina atau Jerman, Brasil emoh dukung keduanya



RIO DE JANEIRO. Brasil kembali dipermalukan setelah Belanda merebut posisi ketiga Piala Dunia 2014, Minggu dini hari tadi (13/7). Gol dari Robin van Persie, Daley Blind dan Georginio Wijnaldum, berhasil menutup pintu Brasil dari kemenangan dengan skor 3-0.

Para pendukung Brasil kembali pulang dengan lesu setelah menonton pertandingan tersebut. Dilema pendukung Brasil makin panjang setelah dipermalukan Jerman 7-1 pada Selasa lalu.

Ketimbang kesal dengan tim kesayangan mereka, pendukung Brasil mempertanyakan penyebab performa tim begitu buruk. Para fans menyoraki pelatih Luiz Felipe Scolari, sementara tim Brasil, termasuk Neymar yang hanya ikut menonton di kursi cadangan akibat cedera punggung, tetap mendapat simpati pendukung.


Namun, ini bukan akhir mimpi buruk Brasil. Mereka harus menyaksikan Jerman bertanding final melawan Argentina, tim yang pernah menorehkan trauma Brasil sejak 70 tahun lalu.

Seperti di Piala Dunia 2014, Brasil  pernah dikalahkan dua kali berturut-turut ketika menjadi tuan rumah Piala Dunia di tahun 1940. Ketika itu, Brasil tumbang 3-0 oleh Argentina dan 4-3 oleh Uruguay.

Meski tak ingin Jerman menang, warga Brasil juga khawatir Argentina menang. "Ini mimpi buruk Argentina ada di Stadion Maracana. Saya tidak bisa membayangkan Presiden Dilma Rousseff menyerahkan trofi pada Argentina," kata Marcos Raimondi, salah satu ekonom Brasil, dikutip AFP.

Penonton final

Di luar kegalauan warga Brasil, permintaan tiket final tetap tinggi. Harga tiket di pasaran untuk menonton pertandingan Jerman vs Argentina, mencapai US$ 20.000, menurut pantauan Aljazeera. Catatan saja, harga tiket resmi hanya berkisar US$ 440 - US$ 990.

Di eBay, harga tiket final untuk pertandingan dini hari nanti dijual kisaran US$ 5.000 - US$ 15.000. Sedangkan forum jual-beli di ticketmaster.com menawarkan harga dari US$ 7.000 - US$ 20.000.

Menurut kepolisian setempat, Stadion Maracana di Rio de Janeiro yang menyelenggarakan final, berkapasitas 75.000 kursi. Namun, permintaan yang masuk sepuluh kali lebih tinggi.

Di antara warga Brasil yang ogah-ogahan menonton final, ada juga yang tetap mendukung tim yang menangkat nama Diego Maradona. "Argentina negara tetangga. Saya harap, Amerika Selatan yang menang," kata Leonan Freitas, yang sehari-hari bekerja di bank.

Editor: Sanny Cicilia