Argentina Buka Jalur Kewarganegaraan Bagi Investor, Modalnya Mulai US$ 350.000



KONTAN.CO.ID - BUENOS AIRES. Argentina akan meluncurkan program kewarganegaraan melalui investasi atau citizenship by investment. Program tersebut akan menjadi yang pertama di Amerika Selatan dan dijadwalkan mulai menerima pendaftaran pada kuartal IV 2026.

Menteri Ekonomi Argentina Luis Caputo mengumumkan rencana tersebut melalui X pada Jumat (2/10/2026). Kementerian Ekonomi Argentina menyatakan, calon pemohon dapat memperoleh kewarganegaraan dengan memberikan kontribusi yang tidak dapat dikembalikan sebesar US$ 350.000 atau membeli obligasi pemerintah senilai US$ 800.000.

Pemerintah Argentina mengatakan program tersebut merupakan bagian dari sejumlah langkah untuk memperkuat iklim investasi di negara tersebut.


Presiden Argentina Javier Milei selama ini berupaya menstabilkan kondisi ekonomi makro sekaligus meningkatkan cadangan dolar AS melalui kebijakan penghematan anggaran yang ketat dan mendorong investasi asing. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui program insentif investasi yang dikenal sebagai RIGI.

Baca Juga: JPMorgan Peringkatkan Skandal Dana Investasi Turki Bisa Tekan Ekonomi Kuartal IV

"Kebijakan ini merupakan bagian dari proses Argentina untuk terus membuka diri dan memperkuat integrasi internasional," kata Kementerian Ekonomi Argentina dalam pernyataannya.

Pemerintah berharap program kewarganegaraan melalui investasi tersebut dapat mendatangkan pembiayaan yang dibutuhkan perekonomian Argentina.

Program tersebut diluncurkan ketika Argentina terus berupaya memperbaiki kondisi ekonominya. Inflasi bulanan Argentina turun menjadi 1,7% pada Agustus 2026, dari 25,5% ketika Milei mulai menjabat pada Desember 2023.

Namun, pemerintah Argentina menghadapi kebutuhan pembayaran utang yang besar pada tahun depan. Kondisi tersebut akan bertepatan dengan kemungkinan Milei kembali maju dalam pemilihan presiden.

Investor kini mencermati kemampuan pemerintah Milei untuk mempertahankan kebijakan pengetatan fiskal. Jika kebijakan tersebut menghadapi tekanan, kondisi itu berpotensi menekan nilai tukar peso Argentina dan kembali mengganggu pasar keuangan.

Dalam program yang diumumkan tersebut, pasangan suami atau istri pemohon serta anak berusia 18 hingga 25 tahun yang masih lajang dan belum memiliki anak juga dapat mengajukan kewarganegaraan.

Untuk kategori tersebut, pemohon harus memberikan kontribusi sebesar US$ 100.000 kepada kas negara Argentina. Sementara anak yang berusia di bawah 18 tahun dapat mengajukan kewarganegaraan dengan kontribusi US$ 25.000.

Jeremy Savory, CEO konsultan Millionaire Migrant yang berbasis di Uni Emirat Arab dan fokus pada program kewarganegaraan serta izin tinggal melalui investasi, mengatakan minat terhadap program Argentina sudah mulai muncul.

Perusahaannya bahkan telah membuka daftar tunggu bagi orang-orang yang berminat mengajukan kewarganegaraan Argentina melalui program tersebut.

Baca Juga: Kesepakatan AS-Korsel, Trump Sebut Ada Investasi US$ 8,4 Miliar untuk Minyak

Menurut Savory, sebagian calon pemohon merupakan orang yang sudah memiliki paspor kedua, tetapi menilai paspor Argentina menawarkan manfaat tambahan. Salah satunya adalah akses perjalanan tanpa visa ke sejumlah negara yang tergabung dalam blok perdagangan Mercosur.

"Sudah banyak orang yang tertarik, termasuk mereka yang sebelumnya pernah melalui proses seperti ini," ujar Savory.

Argentina bukan satu-satunya negara yang menawarkan jalur khusus bagi investor kaya untuk mendapatkan hak tinggal atau bekerja.

Pada Desember lalu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang merupakan sekutu Milei, meluncurkan program visa "Trump Gold Card". Program tersebut memungkinkan pemohon membayar biaya US$ 15.000 kepada Departemen Keamanan Dalam Negeri AS untuk mempercepat proses.

Setelah melalui pemeriksaan latar belakang atau proses vetting, pemohon juga harus memberikan kontribusi sebesar US$ 1 juta untuk mendapatkan visa tersebut. Visa itu memberikan hak kepada pemegangnya untuk tinggal dan bekerja di Amerika Serikat.

Program Argentina juga mulai menarik perhatian karena aktivitas sejumlah investor besar di negara tersebut. Salah satunya adalah miliarder Amerika Serikat Peter Thiel.

Belum diketahui apakah Thiel akan mengikuti program kewarganegaraan tersebut. Namun, namanya menjadi sorotan setelah media lokal melaporkan bahwa keluarganya sempat pindah sementara ke Buenos Aires.

Dokumen regulator juga menunjukkan bahwa dana milik Thiel telah membeli sekitar 1% saham Vista Energy, perusahaan produsen minyak yang beroperasi di wilayah Patagonia, Argentina.

Baca Juga: Calon Pengantin di China Tengah Gandrung Membuat Drama Pendek untuk Pernikahan

TAG: