KONTAN.CO.ID - Tim nasional Argentina akan mengenakan jersey tandang berwarna biru tua saat menghadapi Inggris pada semifinal Piala Dunia di Atlanta, Rabu (15/7/2026). Pilihan seragam ini bukan sekadar pergantian warna, tetapi juga diyakini berkaitan dengan sejarah dan kepercayaan yang telah melekat dalam perjalanan sepak bola Argentina.
Baca Juga: AS Kembali Blokade Pelabuhan Iran, Trump Siapkan Serangan ke Pembangkit Listrik Bagi banyak pendukung Argentina, jersey biru tua menjadi bagian dari cerita besar tim nasional karena dikenakan dalam sejumlah kemenangan ikonik di Piala Dunia. Salah satu momen paling terkenal terjadi pada perempat final Piala Dunia 1986 di Meksiko, ketika Diego Maradona mencetak gol kontroversial "Hand of God" serta gol spektakuler yang kemudian dikenal sebagai "Goal of the Century" dalam kemenangan 2-1 atas Inggris. Dua belas tahun kemudian, Argentina kembali memakai jersey biru tua saat menyingkirkan Inggris melalui adu penalti pada babak 16 besar Piala Dunia 1998 di Prancis, setelah bermain imbang 2-2. Pelatih Inggris Thomas Tuchel mengaku memahami alasan di balik keputusan Argentina menggunakan jersey tersebut. "Saya juga akan melakukan hal yang sama jika ada unsur takhayul di baliknya. Jadi saya memberi mereka kredit. Sebelumnya saya tidak mengetahui hal itu," kata Tuchel kepada wartawan, Selasa (14/7).
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik Rabu (15/7) Pagi, Brent ke US$ 86,19 & WTI ke US$ 80,40 Pelatih asal Jerman itu mengakui unsur takhayul masih menjadi bagian dari olahraga profesional, bahkan di level tertinggi. "Saya juga punya rutinitas yang bersifat takhayul. Saya tidak akan menceritakannya karena ada takhayul lain, yaitu kalau saya mengungkapkannya, maka itu tidak akan berhasil," ujarnya sambil tertawa. "Kami memiliki rutinitas yang membuat tetap tenang dan fokus sepanjang hari. Itu tidak akan berubah. Kami juga tentu memiliki benda-benda pembawa keberuntungan, dan hal-hal seperti itu sangat normal dalam olahraga tingkat tinggi." Sementara itu, pelatih Argentina Lionel Scaloni enggan mengaitkan pemilihan jersey dengan unsur keberuntungan. "Saya tidak meminta memakai jersey biru. Saya juga tidak tahu siapa yang memintanya, mungkin memang sudah menjadi tradisi," ujar Scaloni. "Saya benar-benar tidak tahu sehingga tidak bisa berbicara banyak mengenai hal itu. Kalau Thomas tidak mempermasalahkannya, maka saya juga begitu."
Baca Juga: Saham SK Hynix Melonjak Hampir 13% Rabu (15/7), Ditopang Inflasi AS yang Melandai Jersey tandang Argentina berwarna biru tua tersebut terinspirasi dari budaya Argentina melalui motif fileteado yang menghiasi dasar berwarna hitam. Fileteado merupakan seni dekoratif khas Buenos Aires yang telah diakui UNESCO. Gaya ini dikenal melalui penggunaan warna-warna cerah, motif bunga yang mengalir, efek tiga dimensi, serta tipografi bergaya Gotik yang khas. Terlepas dari apakah jersey tersebut benar-benar membawa keberuntungan atau tidak, Argentina berharap sejarah kembali terulang dengan meraih kemenangan atas Inggris dan melaju ke final Piala Dunia.