KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Penyanyi pop Amerika Serikat Ariana Grande meminta pemerintahan Presiden Donald Trump untuk berhenti menggunakan musiknya dalam konten yang mempromosikan kebijakan pemerintah, khususnya terkait penegakan imigrasi. Permintaan tersebut disampaikan setelah Gedung Putih mengunggah sebuah video di platform TikTok yang menyoroti kebijakan imigrasi pemerintah. Video tersebut menampilkan agen federal yang menangkap dan memborgol sejumlah orang dengan latar lagu "Bye", salah satu lagu Ariana Grande yang dirilis pada 2024. Melalui kolom komentar pada unggahan tersebut, Ariana Grande menyampaikan keberatannya secara terbuka. "Tolong jangan pernah lagi menggunakan musik saya dalam kaitannya dengan omong kosong yang biadab, tidak manusiawi, dan keji ini."
Ariana Grande Melarang Gedung Putih Gunakan Lagunya untuk Promosi Kebijakan Trump
KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Penyanyi pop Amerika Serikat Ariana Grande meminta pemerintahan Presiden Donald Trump untuk berhenti menggunakan musiknya dalam konten yang mempromosikan kebijakan pemerintah, khususnya terkait penegakan imigrasi. Permintaan tersebut disampaikan setelah Gedung Putih mengunggah sebuah video di platform TikTok yang menyoroti kebijakan imigrasi pemerintah. Video tersebut menampilkan agen federal yang menangkap dan memborgol sejumlah orang dengan latar lagu "Bye", salah satu lagu Ariana Grande yang dirilis pada 2024. Melalui kolom komentar pada unggahan tersebut, Ariana Grande menyampaikan keberatannya secara terbuka. "Tolong jangan pernah lagi menggunakan musik saya dalam kaitannya dengan omong kosong yang biadab, tidak manusiawi, dan keji ini."
TAG: