JAKARTA. Mungkin masih lekat diingatan, komunitas bernama Dream for Freedom. Sistem yang bergerak di bawah PT Promo Indonesia Mandiri (www.promonesia.com). Komunitas ini sudah berjalan sejak Januari 2015 dan meraup keuntungan besar, genap setahun sejak berdiri. Salah satu anggota Dream for Freedom adalah Melinda Putri asal Banjarmasin, Kalilmantan Selatan. Melinda mengaku, saat ini anggota Dream for Freedom sudah menyentuh 1 juta orang. “Saya baru gabung sejak November 2015, tapi pada saat pertemuan pusat dijabarkan anggota sudah sejuta orang,” ujarnya kepada KONTAN, Kamis (7/1). Meski baru bergabung, Melinda mengaku sudah meraup keuntungan hingga Rp 10 juta dengan jumlah anggota rekrutan sekitar 12 orang. Melinda berkisah, karena masih berstatus mahasiswa tingkat dua di sebuah perguruan tinggi, kesulitan merekrut anggota baru memang dirasakannya. "Karena, kan, biayanya juga nggak sedikit. Jadi, selama ini semua yang saya ajak itu dari kenalan di luar kampus," ujarnya. Meski masih berstatus sebagai mahasiswa, Melinda tidak berinvestasi dalam jumlah kecil di Dream for Freedom. "Saya mulai dengan paket gold senilai Rp 5 juta," tutur Melinda. Anggota komunitas Dream for Freedom lainnya adalah Khairul Ramadhan. Khairul tercatat sebagai salah satu leader di Dream for Freedom. Menurut Khairul, per Desember 2015, anggota komunitasnya baru mencapai 500.000 orang. “Perkembangnya memang pesat, karena apa yang kami tawarkan itu jelas dengan bisnis yang menarik,” tambahnya. Setidaknya, lanjut dia, dana masyarakat yang sudah didulang Dream for Freedom sekitar Rp 600 miliar. Padahal dari wawancara terakhir KONTAN dengan Khairul pada Agustus 2015 lalu, jumlah anggota komunitasnya baru mencapai 70 ribu orang. Untuk bergabung dengan Dream for Freedom bisa mulai dengan paket tawaran mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 30 juta. Calon anggota akan dikenakan biaya registrasi Rp 200.000.
Arisan berantai merambah kalangan mahasiswa
JAKARTA. Mungkin masih lekat diingatan, komunitas bernama Dream for Freedom. Sistem yang bergerak di bawah PT Promo Indonesia Mandiri (www.promonesia.com). Komunitas ini sudah berjalan sejak Januari 2015 dan meraup keuntungan besar, genap setahun sejak berdiri. Salah satu anggota Dream for Freedom adalah Melinda Putri asal Banjarmasin, Kalilmantan Selatan. Melinda mengaku, saat ini anggota Dream for Freedom sudah menyentuh 1 juta orang. “Saya baru gabung sejak November 2015, tapi pada saat pertemuan pusat dijabarkan anggota sudah sejuta orang,” ujarnya kepada KONTAN, Kamis (7/1). Meski baru bergabung, Melinda mengaku sudah meraup keuntungan hingga Rp 10 juta dengan jumlah anggota rekrutan sekitar 12 orang. Melinda berkisah, karena masih berstatus mahasiswa tingkat dua di sebuah perguruan tinggi, kesulitan merekrut anggota baru memang dirasakannya. "Karena, kan, biayanya juga nggak sedikit. Jadi, selama ini semua yang saya ajak itu dari kenalan di luar kampus," ujarnya. Meski masih berstatus sebagai mahasiswa, Melinda tidak berinvestasi dalam jumlah kecil di Dream for Freedom. "Saya mulai dengan paket gold senilai Rp 5 juta," tutur Melinda. Anggota komunitas Dream for Freedom lainnya adalah Khairul Ramadhan. Khairul tercatat sebagai salah satu leader di Dream for Freedom. Menurut Khairul, per Desember 2015, anggota komunitasnya baru mencapai 500.000 orang. “Perkembangnya memang pesat, karena apa yang kami tawarkan itu jelas dengan bisnis yang menarik,” tambahnya. Setidaknya, lanjut dia, dana masyarakat yang sudah didulang Dream for Freedom sekitar Rp 600 miliar. Padahal dari wawancara terakhir KONTAN dengan Khairul pada Agustus 2015 lalu, jumlah anggota komunitasnya baru mencapai 70 ribu orang. Untuk bergabung dengan Dream for Freedom bisa mulai dengan paket tawaran mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 30 juta. Calon anggota akan dikenakan biaya registrasi Rp 200.000.