BALIKPAPAN. Tidak puas hanya berbisnis bahan peledak berkekuatan ringan (low explosive), induk usaha PT Kaltim Nitrate Indonesia, PT Armindo Prima juga merambah bisnis bahan peledak berdaya tinggi (high explosive). Rencananya Armindo akan membangun pabrik pengolahan di tahun ini di Jawa Barat atau Batam. Menurut Chrisna Deva Priyapratama, Direktur PT Armindo Prima, pihaknya akan menanamkan investasi sekitar US$ 10 juta untuk tahap awal. Dana tersebut berasal dari kas internal perusahaan. "Dana kas kami masih sekitar US$ 40 juta, jadi masih cukup kalau untuk membiayai ekspansi tersebut," tutur Chrisna. Rencananya, investasi awal sebesar itu akan digunakan untuk membeli tanah dan peralatan pabrik. Nantinya, kapasitas produksi pabrik akan menghasilkan sekitar 365.000 shape charge per tahun atau 1.000 shape charge per hari.
Armindo bangun pabrik peledak berkekuatan tinggi
BALIKPAPAN. Tidak puas hanya berbisnis bahan peledak berkekuatan ringan (low explosive), induk usaha PT Kaltim Nitrate Indonesia, PT Armindo Prima juga merambah bisnis bahan peledak berdaya tinggi (high explosive). Rencananya Armindo akan membangun pabrik pengolahan di tahun ini di Jawa Barat atau Batam. Menurut Chrisna Deva Priyapratama, Direktur PT Armindo Prima, pihaknya akan menanamkan investasi sekitar US$ 10 juta untuk tahap awal. Dana tersebut berasal dari kas internal perusahaan. "Dana kas kami masih sekitar US$ 40 juta, jadi masih cukup kalau untuk membiayai ekspansi tersebut," tutur Chrisna. Rencananya, investasi awal sebesar itu akan digunakan untuk membeli tanah dan peralatan pabrik. Nantinya, kapasitas produksi pabrik akan menghasilkan sekitar 365.000 shape charge per tahun atau 1.000 shape charge per hari.