Mendengar nama biji jengkol biasanya diasosiasikan dengan makanan yang memiliki aroma tidak sedap. Meski tidak semua masyarakat Indonesia menggemari jengkol sebagai bahan pangan, namun ceruk pasar buah berbentuk gepeng ini tetap saja ada. Tidak hanya diolah menjadi semur atau di makan mentah begitu saja sebagai pendamping lalapan sayur, jengkol juga bisa diolah menjadi emping. Ada salah satu wilayah di Bogor yang menjadi sentra pembuatan emping jengkol ini, tepatnya di Jalan Kebon Jukut RT 01/05, Kelurahan Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah, Bogor. Lokasinya cukup dekat dari Terminal Baranangsiang, persis di pinggiran Sungai Ciliwung. Di sini terdapat lebih dari 30 pelaku usaha rumahan yang sehari-hari membuat emping jengkol. Salah satunya adalah Siti Fatimah. Ibu rumah tangga ini merupakan generasi ketiga sebagai pembuat emping jengkol, melanjutkan usaha nenek dan orangtuanya.
Aroma sedap di sentra emping jengkol Bogor (1)
Mendengar nama biji jengkol biasanya diasosiasikan dengan makanan yang memiliki aroma tidak sedap. Meski tidak semua masyarakat Indonesia menggemari jengkol sebagai bahan pangan, namun ceruk pasar buah berbentuk gepeng ini tetap saja ada. Tidak hanya diolah menjadi semur atau di makan mentah begitu saja sebagai pendamping lalapan sayur, jengkol juga bisa diolah menjadi emping. Ada salah satu wilayah di Bogor yang menjadi sentra pembuatan emping jengkol ini, tepatnya di Jalan Kebon Jukut RT 01/05, Kelurahan Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah, Bogor. Lokasinya cukup dekat dari Terminal Baranangsiang, persis di pinggiran Sungai Ciliwung. Di sini terdapat lebih dari 30 pelaku usaha rumahan yang sehari-hari membuat emping jengkol. Salah satunya adalah Siti Fatimah. Ibu rumah tangga ini merupakan generasi ketiga sebagai pembuat emping jengkol, melanjutkan usaha nenek dan orangtuanya.