Arsy Buana Travelindo (HAJJ) Optimalkan Portofolio Hotel, Margin Kian Tebal



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Arsy Buana Travelindo Tbk (HAJJ) mencatatkan peningkatan margin profitabilitas sepanjang semester I-2026, ditopang strategi pemilihan hotel bermargin tinggi serta penerapan efisiensi biaya operasional. 

HAJJ membukukan pendapatan sebesar Rp 363,60 miliar sepanjang enam bulan pertama 2026. Kinerja tersebut sejalan dengan strategi HAJJ memfokuskan sumber daya pada properti dengan tingkat profitabilitas lebih tinggi. 

Strategi tersebut dilakukan dengan tidak memperpanjang kontrak allotment sejumlah hotel bermargin rendah. HAJJ kemudian lebih selektif mengelola portofolio hotel untuk meningkatkan kualitas laba dan profitabilitas bisnis. 


Segmen hotel masih menjadi kontributor terbesar dengan menyumbang 89,90% terhadap total pendapatan HAJJ pada semester I-2026, sekaligus mempertahankan perannya sebagai bisnis utama dalam portofolio HAJJ. 

Baca Juga: Emiten Hotel & Pariwisata Tersengat Momentum Libur Sekolah, Ini Rekomendasi Sahamnya

Mulai tahun ini, HAJJ juga mengelola secara penuh sebuah hotel di Madinah. Model pengelolaan tersebut membuka ruang bagi HAJJ untuk memperoleh margin lebih tinggi dibandingkan skema allotment parsial. 

Direktur Utama Arsy Buana Travelindo, Saipul Bahri mengatakan, kinerja semester I-2026 menunjukkan hasil strategi HAJJ dalam meningkatkan kualitas laba di tengah persaingan industri perjalanan religi. 

"Fokus pada segmen hotel bermargin tinggi dan disiplin biaya telah memperkuat posisi kami di pasar. Profitabilitas kami meningkat secara konsisten di seluruh lini," jelasnya dalam keterangan resmi, Selasa (4/8/2026). 

Dari sisi profitabilitas, HAJJ membukukan laba kotor sebesar Rp 68,36 miliar sepanjang semester I-2026. Margin laba kotor meningkat menjadi 18,80% dari posisi 13,37% pada semester I-2025. 

Peningkatan juga terlihat pada margin EBITDA yang mencapai 10,17% dari sebelumnya 8,17%. Sementara itu, margin laba sebelum pajak atau EBT menguat menjadi 8,02% dari sebelumnya 6,48%. 

Baca Juga: Okupansi Hotel Rest Area Meningkat, Laba KDTN Meroket 623% pada Semester I-2026

Saipul bilang penguatan margin tersebut ditopang disiplin pengelolaan biaya, dengan beban umum dan administrasi yang dapat ditekan 26,55%, serta pemilihan portofolio hotel yang menawarkan margin lebih tinggi. 

Direktur Keuangan Buana Travelindo, Agung Prabowo menambahkan struktur biaya yang semakin ramping dan alokasi sumber daya secara tepat menjadi landasan penting untuk menjaga keberlanjutan kinerja HAJJ. 

"Kinerja semester I-2026 memperlihatkan efektivitas strategi kami dalam meningkatkan profitabilitas, dengan ekspansi margin yang konsisten di seluruh lini," jelas Agung.

Di tengah dinamika geopolitik kawasan Timur Tengah pada awal tahun, Agung memastikab kegiatan operasional tetap terkendali, dengan pelaksanaan layanan umrah dan haji sepanjang semester I-2026 berjalan lancar. 

Dia bilabg HAJJ akan terus berkoordinasi dengan mitra dan otoritas terkait untuk memastikan keberlangsungan layanan haji dan umrah, sekaligus menjaga strategi peningkatan profitabilitas yang telah dijalankan sepanjang tahun ini. 

Baca Juga: Prima Multi (PMUI) Dirikan Anak Usaha Fokus di Bisnis Hotel dan Restoran

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News