KONTAN.CO.ID - Mengenal arti ucapan Sabbe satta bhavantu sukhitatta dalam Hari Raya Tri Suci Waisak. Pada Senin, 12 Mei 2025, tentu umat Buddha merayakan tiga peristiwa penting dalam kehidupan Siddhartha Gautama, yakni kelahiran, pencapaian pencerahan sempurna (Bodhi), dan parinibbana atau wafatnya sang Buddha. Dirayakan setiap tahun pada saat bulan purnama di bulan Waisak, hari besar ini menjadi saat yang istimewa bagi umat Buddha untuk merefleksikan ajaran-ajaran Sang Buddha. Selain itu, momen ini bisa menumbuhkan cinta kasih dan memperkuat tekad untuk menjalani hidup yang damai serta penuh welas asih terhadap semua makhluk.
Arti Sabbe satta bhavantu sukhitatta
- Sabbe: semua
- Satta: makhluk hidup
- Bhavantu: semoga menjadi
- Sukhitatta: bahagia, sejahtera, damai.
Makna dan Filosofi
Ucapan "Sabbe satta bhavantu sukhitatta" ini berasal dari ajaran tentang Metta Bhavana atau meditasi cinta kasih (metta = kasih sayang tanpa syarat). Dalam ajaran Buddha, metta adalah bentuk cinta yang paling murni bukan didasari nafsu, kepentingan, atau keterikatan, tapi murni ingin melihat semua makhluk terbebas dari penderitaan. Melalui ucapan "Sabbe satta bhavantu sukhitatta", seorang praktisi Buddha menyebarkan energi positif dan harapan damai kepada semua makhluk, tanpa membedakan:- Manusia atau non-manusia
- Kawan atau musuh
- Yang terlihat maupun tak terlihat
- Yang dekat atau jauh
- Di dunia ini atau alam lain
Tujuan Pengucapan
Ucapan ini memiliki tujuan penting antarumat.- Sebarkan cinta kasih dan doa damai untuk semua makhluk hidup tanpa memandang ras, agama, atau bentuk kehidupan.
- Kembangkan sikap welas asih dan non-kekerasan, sesuai dengan nilai inti dalam Buddhisme.
- Sebagai niat baik (aspirasi spiritual) yang bisa diucapkan saat meditasi, berdoa, atau saat momen-momen suci seperti Hari Tri Suci Waisak.