Artotel Group Bidik Okupansi Hotel Nataru 2026 Tumbuh 5%-8%, Ini Strateginya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Artotel Group memproyeksikan tingkat okupansi hotel selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 tumbuh sekitar 5%-8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Chief Operating Officer (COO) Artotel Group Eduard Rudolf mengatakan, pihaknya optimistis tingkat okupansi Nataru tahun ini dapat lebih tinggi dari pencapaian tahun lalu.

"Nataru proyeksi kita at least tidak lebih buruk dari tahun lalu, semoga ada kenaikan walaupun sedikit, di 5% sampai 8% compare to last year,” ungkap Eduard, kepada Kontan.co.id, Rabu (4/11/2026).


Menurut Eduard, salah satu faktor yang berpotensi mendukung permintaan hotel domestik pada periode libur akhir tahun adalah kecenderungan masyarakat untuk tidak bepergian ke luar negeri. Kondisi tersebut diharapkan dapat mendorong perjalanan wisata di dalam negeri.

Baca Juga: Potensi Ekonomi Kelapa Melimpah, Industri Pengolahan Siap Diperluas

Dari sisi destinasi, Artotel Group melihat potensi permintaan di sejumlah kota besar dan kawasan wisata, seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, serta Sanur di Bali. Meski demikian, perusahaan belum melihat lonjakan pemesanan kamar yang signifikan untuk periode libur akhir tahun.

Untuk mengoptimalkan tingkat keterisian kamar, Artotel Group akan memperkuat keunggulan produk dan pengalaman yang ditawarkan kepada tamu. Salah satu fokus yang tengah dikembangkan adalah program wellness atau kebugaran.

Strategi tersebut sejalan dengan perubahan preferensi wisatawan domestik yang semakin memperhatikan pengalaman selama menginap.

Dengan demikian, perusahaan tidak hanya mengandalkan penawaran kamar, tetapi juga memperkuat nilai tambah dari produk dan layanan hotel.

Baca Juga: Archipelago Bidik Okupansi 80% pada Periode Libur Nataru 2026, Intip Strateginya

Dari sisi pasar, wisatawan domestik masih menjadi segmen utama yang berkontribusi terhadap bisnis Artotel Group. Eduard menyebut, karakter konsumen domestik saat ini juga semakin sensitif terhadap pengalaman atau experiences yang ditawarkan oleh hotel.

Perusahaan juga memperhatikan kontribusi periode Nataru terhadap pencapaian kinerja hingga akhir tahun. Pihaknya memperkirakan momentum libur akhir tahun dapat memberikan kontribusi sekitar 5% terhadap kinerja perusahaan sepanjang 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News