Arus Balik Lebaran, 12.624 Kendaraan Masuk Tol Cikampek Arah Jakarta Senin (23/3)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) mencatat lonjakan volume kendaraan pada periode arus balik Idul Fitri 1447 H.

Pada Senin (23/3/2026) hingga Shift 1, sebanyak 12.624 kendaraan dari arah Timur Trans Jawa terpantau telah memasuki Jakarta melalui Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama.

Data lalu lintas tersebut menunjukkan tren peningkatan sebesar 49,75% jika dibandingkan dengan lalu lintas normal yang berada di angka 8.442 kendaraan.


JTT kini memperkuat layanan di Ruas Jalan Tol Jakarta–Cikampek yang menjadi gerbang utama pergerakan kendaraan menuju ibu kota.

Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah strategis guna memastikan kelancaran arus balik.

Baca Juga: Arus Balik Lebaran 2026 Dimulai, Cek Jadwal & Besaran Diskon Tarif Tol Arah Jakarta

JTT fokus pada koordinasi lintas sektoral untuk mengantisipasi kepadatan di titik krusial.

“JTT terus berkoordinasi intensif bersama Kepolisian dan stakeholder terkait untuk memastikan pengambilan keputusan rekayasa lalu lintas dilakukan secara cepat dan tepat sesuai kondisi di lapangan. Selain itu, kami juga mengoptimalkan layanan operasional serta menyiagakan personel di seluruh titik krusial ruas Trans Jawa,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (23/3/2026).

Guna meminimalkan antrean, JTT mengoperasikan sebanyak 22 gardu tol di GT Cikampek Utama yang mengarah ke Jakarta. Perusahaan juga menyiagakan GT Cikampek Utama 8 sebagai akses tambahan bagi kendaraan yang datang dari arah Jawa.

Ria menambahkan, optimalisasi gardu tol ini sangat penting untuk mendistribusikan beban lalu lintas. “Langkah ini diharapkan dapat mendistribusikan arus kendaraan secara lebih merata serta meminimalkan potensi antrean di gerbang tol,” tambahnya.

Baca Juga: One Way Nasional Arus Balik Lebaran 2026 Dimulai Hari Ini (24/3), Cek Jadwal & Rute

Dalam pelaksanaannya, JTT bersama Kepolisian akan menerapkan rekayasa lalu lintas situasional seperti contraflow maupun one way mengikuti dinamika di lapangan. Masyarakat pun diimbau untuk menghindari waktu puncak arus balik agar perjalanan tetap nyaman.

Terakhir, JTT mengingatkan pengguna jalan untuk memastikan kendaraan dalam kondisi prima, kecukupan bahan bakar, serta saldo uang elektronik yang memadai.

Pengguna jalan juga diminta untuk memanfaatkan rest area secara bijak dan selalu mematuhi arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News