Arus Investasi Asing: Indonesia Justru Panen Komitmen Baru di Tengah Konflik Global



KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Kementerian Investasi dan Hilirisasi /Badan Koordinasi Penanaman Modal (BPKM) menyatakan konflik global yang memicu ketegangan geopolitik belum berdampak signifikan terhadap arus investasi asing langsung (FDI) ke Indonesia. 

Sejumlah investor dari negara mitra utama bahkan tetap menunjukkan komitmen untuk melanjutkan proyek investasi di Tanah Air.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/ Kepala BKPM, Rosan Roeslani mengatakan pemerintah baru saja melakukan rangkaian kunjungan kerja bersama Presiden Prabowo Subianto ke beberapa negara investor utama, termasuk China, Japan, dan South Korea.


Dalam setiap kunjungan tersebut, Prabowo menyempatkan diri bertemu langsung dengan pelaku usaha dari negara-negara tersebut, baik dalam forum besar yang dihadiri lebih dari 100 pengusaha maupun pertemuan terbatas dengan sekitar 10 hingga 12 investor.

Baca Juga: Kemensos Kaji Penebalan Bansos, Tunggu Kebijakan Presiden

Menurut Rosan, dari berbagai pertemuan tersebut pemerintah memperoleh banyak masukan langsung dari kalangan dunia usaha terkait iklim investasi di Indonesia.

Ia menegaskan bahwa hingga saat ini para investor dari tiga negara tersebut tetap berkomitmen melanjutkan investasi mereka di Indonesia. Ketiganya diketahui konsisten berada dalam lima besar negara asal investasi terbesar di Indonesia.

"Sejauh ini mereka tetap berkomitmen dan melakukan investasinya tetap berjalan. Terutama juga di bidang-bidang berbagai macam industri dan hilirisasi," ujar Rosan di Gedung DPR RI, Senin (13/4/2025).

Ia menilai komitmen tersebut menunjukkan bahwa kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia masih kuat, meskipun situasi geopolitik global sedang bergejolak.

"Jadi saya tetap melihatnya sangat optimistis, dan juga angka yang masuk dari pengusaha dalam negerinya juga meningkat," katanya.

Selain dari investor asing, Rosan juga mencatat peningkatan minat investasi dari pelaku usaha dalam negeri. Dalam lima bulan terakhir, tercatat sekitar 1,8 juta pendaftaran investasi yang berasal dari pelaku usaha, baik dari kalangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) maupun pengusaha skala lebih besar.

Peningkatan jumlah pendaftaran tersebut menurutnya menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan investasi nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News