KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kebijakan Bank Indonesia (BI) yang telah menaikkan suku bunga acuan secara kumulatif sebesar 75 basis poin ke level 5,5% dinilai belum cukup efektif dalam menstabilkan nilai tukar rupiah. Dalam riset yang dirilis pada 12 Juni 2026, Mirae Asset Sekuritas menyebut pergerakan rupiah yang sempat kembali menguat ke bawah level Rp 18.000 dalam beberapa hari terakhir lebih banyak dipengaruhi oleh intervensi BI di pasar, bukan perbaikan fundamental. Tanpa intervensi tersebut, nilai tukar diperkirakan masih berada di kisaran Rp 18.100–Rp 18.200 per dolar AS. Analis Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto, menilai masih terdapat peluang signifikan bagi BI untuk kembali menaikkan suku bunga apabila rupiah bertahan di sekitar level Rp 18.000.
Arus Keluar Asing Masih Kuat, BI Diproyeksi Kerek Bunga Hingga 125 Bps
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kebijakan Bank Indonesia (BI) yang telah menaikkan suku bunga acuan secara kumulatif sebesar 75 basis poin ke level 5,5% dinilai belum cukup efektif dalam menstabilkan nilai tukar rupiah. Dalam riset yang dirilis pada 12 Juni 2026, Mirae Asset Sekuritas menyebut pergerakan rupiah yang sempat kembali menguat ke bawah level Rp 18.000 dalam beberapa hari terakhir lebih banyak dipengaruhi oleh intervensi BI di pasar, bukan perbaikan fundamental. Tanpa intervensi tersebut, nilai tukar diperkirakan masih berada di kisaran Rp 18.100–Rp 18.200 per dolar AS. Analis Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto, menilai masih terdapat peluang signifikan bagi BI untuk kembali menaikkan suku bunga apabila rupiah bertahan di sekitar level Rp 18.000.
TAG: