Arus Masuk Dana Ekuitas Global Capai Level Tertinggi dalam Tiga Pekan



KONTAN.CO.ID - LONDON. Dana ekuitas global mencatat arus masuk mingguan terbesar dalam tiga minggu atau hingga 19 Agustus 2026 karena investor bertaruh pada musim laporan keuangan yang kuat. Meskipun kenaikan imbal hasil obligasi dan harga minyak mulai membebani pasar.

Data arus dana ini muncul sebelum terjadinya aksi jual yang besar di akhir pekan. Pada Jumat (21/8/2026), saham global berada di jalur penurunan mingguan terdalam sejak pertengahan Juli 2026 akibat tekanan terhadap valuasi ekuitas yang dipicu kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah, harga minyak yang tinggi, dan kekhawatiran inflasi yang muncul kembali.

Menurut data LSEG Lipper yang dikutip Reuters, Jumat (21/8/2026), dana ekuitas global mencatat arus masuk bersih sebesar $22,01 miliar selama minggu tersebut, yang merupakan kenaikan mingguan terbesar sejak 29 Juli.


Baca Juga: Sektor Manufaktur Tertekan, Aktivitas Swasta India Hanya Pulih Tipis

Investor tetap optimistis mengenai musim laporan keuangan yang kuat. Data LSEG menunjukkan bahwa sekitar 90% perusahaan dalam indeks MSCI World telah melaporkan hasil kinerja kuartal kedua, dengan total laba bersih gabungan meningkat 39,7% dibandingkan tahun sebelumnya.

Awal pekan ini, Anthropic memproyeksikan pertumbuhan pendapatan yang kuat. Kini, investor menantikan laporan kinerja Nvidia pekan depan untuk mendapatkan petunjuk mengenai permintaan infrastruktur AI dan pendapatan pusat data.

Berdasarkan wilayah, dana ekuitas AS menarik dana masuk sebesar US$ 11,72 miliar, angka mingguan terbesar sejak 29 Juli 2026. Dana ekuitas Eropa dan Asia juga mencatat pembelian bersih masing-masing sebesar US$ 4,70 miliar dan US$ 2,96 miliar.

Di antara dana sektoral, dana teknologi menarik arus masuk sebesar US$ 1,55 miliar setelah sempat mengalami arus keluar bersih pada minggu sebelumnya. Investor juga membeli dana ekuitas emas dan logam mulia senilai US$ 536 juta, namun menjual dana sektor keuangan senilai US$ 1,59 miliar.

Sementara itu, investor melanjutkan pembelian bersih dana obligasi selama 20 minggu berturut-turut, dengan tambahan bersih sebesar US$ 15,42 miliar. Mereka mencatatkan pembelian bersih sebesar US$ 4,49 miliar pada dana obligasi mata uang keras, yang merupakan pembelian mingguan terbesar sejak 8 Juli.

Dana obligasi jangka pendek dan obligasi pemerintah juga mencatat arus masuk signifikan masing-masing sebesar US$ 3,32 miliar dan US$ 1,99 miliar.

Arus masuk bersih mingguan pada dana pasar uang tercatat sebesar US$ 3,71 miliar, angka terendah dalam tiga minggu.

Baca Juga: Dolar AS Tertekan, Investor Ragukan Jurus Treasury

Di sektor komoditas, dana emas dan logam mulia lainnya menarik dana sebesar US$ 2,04 miliar, melanjutkan tren arus masuk selama enam minggu berturut-turut. Namun, dana sektor energi mencatat arus keluar sebesar US$ 146 juta setelah sebelumnya menarik dana sebesar US$ 434 juta pada minggu sebelumnya.

Data mengenai 28.980 dana pasar negara berkembang menunjukkan bahwa dana ekuitas tetap diminati selama enam minggu berturut-turut, dengan menarik arus masuk sebesar US$ 1,57 miliar. Dana obligasi juga mencatat arus masuk bersih sebesar US$ 493 juta, menandai arus masuk mingguan selama tiga minggu berturut-turut.