KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rupiah masih punya ruang untuk menguat, meski dukungan dari arus modal asing belum terlalu besar. Permintaan investor asing terhadap Surat Berharga Negara (SBN) menjadi salah satu penopang penguatan mata uang Garuda belakangan ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup di level Rp 17.611 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Jumat (11/9/2026). Rupiah melemah 64 poin atau 0,36% dibandingkan hari sebelumnya. Namun, secara mingguan rupiah masih menguat 31 poin atau 0,18% dari posisi Rp 17.642 per dolar AS. Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede mengatakan, arus modal asing pada September belum terlalu kuat. Aliran dana masuk ke SBN tercatat sekitar US$ 0,45 miliar dan saham US$ 0,11 miliar.
Arus Modal Asing Belum Deras, Otot Rupiah Masih Ditopang SBN
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rupiah masih punya ruang untuk menguat, meski dukungan dari arus modal asing belum terlalu besar. Permintaan investor asing terhadap Surat Berharga Negara (SBN) menjadi salah satu penopang penguatan mata uang Garuda belakangan ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup di level Rp 17.611 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Jumat (11/9/2026). Rupiah melemah 64 poin atau 0,36% dibandingkan hari sebelumnya. Namun, secara mingguan rupiah masih menguat 31 poin atau 0,18% dari posisi Rp 17.642 per dolar AS. Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede mengatakan, arus modal asing pada September belum terlalu kuat. Aliran dana masuk ke SBN tercatat sekitar US$ 0,45 miliar dan saham US$ 0,11 miliar.