KONTAN.CO.ID-JAKARTA. IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) mencatatkan arus bongkar muat peti kemas sebesar 2,83 juta twenty-foot equivalent units (TEUs) sepanjang Januari-September 2026. Volume tersebut tumbuh 8,2% secara tahunan atau year-on-year (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 2,62 juta TEUs. Senior Manager Sekretariat Perusahaan IPC TPK Daniel Setiawan mengatakan, pertumbuhan tersebut mencerminkan peningkatan kinerja operasional perusahaan sekaligus aktivitas perdagangan nasional. “Tren kenaikan arus barang ini tidak hanya mencerminkan penguatan kinerja internal perusahaan, tetapi juga mengindikasikan terus bergeraknya roda perekonomian dan aktivitas perdagangan nasional,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (16/10/2026). Baca Juga: APINDO Minta UMKM Pelajari Selera Pasar Sebelum Ekspor Secara bulanan, arus bongkar muat peti kemas IPC TPK pada September 2026 mencapai 325.884 TEUs. Angka ini meningkat 7% dibandingkan September 2025 yang tercatat sebanyak 304.358 TEUs. Pertumbuhan arus peti kemas pada September 2026 ditopang oleh sejumlah terminal yang dikelola IPC TPK. Terminal Teluk Bayur mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 19,2% secara tahunan. Sementara itu, arus bongkar muat peti kemas di Terminal Tanjung Priok tumbuh 9% dan Terminal Pontianak meningkat 5,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Daniel berharap peningkatan produktivitas terminal dapat berdampak pada efisiensi rantai pasok dan penurunan biaya logistik nasional. “Harapan terbesar kami, lonjakan produktivitas ini tidak sekadar menjadi pencapaian angka bagi IPC TPK, tetapi benar-benar mampu mendorong efisiensi rantai pasok, menekan biaya logistik, dan berkontribusi langsung pada akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional,” tuturnya. Baca Juga: Mendag: Kewajiban 30% Promosi UMKM di Department Store Tetap Berlaku
Arus Peti Kemas IPC TPK Tumbuh 8,2% hingga Kuartal III-2026
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) mencatatkan arus bongkar muat peti kemas sebesar 2,83 juta twenty-foot equivalent units (TEUs) sepanjang Januari-September 2026. Volume tersebut tumbuh 8,2% secara tahunan atau year-on-year (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 2,62 juta TEUs. Senior Manager Sekretariat Perusahaan IPC TPK Daniel Setiawan mengatakan, pertumbuhan tersebut mencerminkan peningkatan kinerja operasional perusahaan sekaligus aktivitas perdagangan nasional. “Tren kenaikan arus barang ini tidak hanya mencerminkan penguatan kinerja internal perusahaan, tetapi juga mengindikasikan terus bergeraknya roda perekonomian dan aktivitas perdagangan nasional,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (16/10/2026). Baca Juga: APINDO Minta UMKM Pelajari Selera Pasar Sebelum Ekspor Secara bulanan, arus bongkar muat peti kemas IPC TPK pada September 2026 mencapai 325.884 TEUs. Angka ini meningkat 7% dibandingkan September 2025 yang tercatat sebanyak 304.358 TEUs. Pertumbuhan arus peti kemas pada September 2026 ditopang oleh sejumlah terminal yang dikelola IPC TPK. Terminal Teluk Bayur mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 19,2% secara tahunan. Sementara itu, arus bongkar muat peti kemas di Terminal Tanjung Priok tumbuh 9% dan Terminal Pontianak meningkat 5,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Daniel berharap peningkatan produktivitas terminal dapat berdampak pada efisiensi rantai pasok dan penurunan biaya logistik nasional. “Harapan terbesar kami, lonjakan produktivitas ini tidak sekadar menjadi pencapaian angka bagi IPC TPK, tetapi benar-benar mampu mendorong efisiensi rantai pasok, menekan biaya logistik, dan berkontribusi langsung pada akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional,” tuturnya. Baca Juga: Mendag: Kewajiban 30% Promosi UMKM di Department Store Tetap Berlaku