AS Batasi Penerbitan Visa, Industri Pariwisata Dalam Negeri AS Bakal Guncang



KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Kunjungan internasional ke Amerika Serikat (AS) berpotensi semakin tertekan. Ini akibat kebijakan pemerintahan Donald Trump menghentikan penerbitan visa baru bagi warga sejumlah negara.

Menurut data ITA Office of Travel & Tourism Industries, seperti dikutip Bloomberg, per Oktober 2025, jumlah kunjungan internasional ke AS turun 5% secara tahunan. Bila angka kunjungan terus turun, ini bisa berdampak ke kondisi aset AS dan dolar.

Saat ini, tingkat kunjungan innternasional di AS sudah berada di dalam tren turun dengan kecepatan paling cepat sejak pandemi berakhir. Padahal, di tiga tahun sebelumnya, tingkat kunjungan internasional ke AS tumbuh positif.


Baca Juga: AS Hentikan Sementara Pemrosesan Visa dari 75 Negara Mulai 21 Januari 2026

Aturan perjalanan yang lebih ketat berpotensi menambah hambatan lebih lanjut bagi ekonomi AS, yang sudah berjuang dengan pasar tenaga kerja yang lebih ketat sebagai akibat dari pembatasan imigrasi.

Menurut US Travel Association, pariwisata adalah ekspor jasa utama bagi AS. Sektor ini mendukung 15 juta pekerja dan mempekerjakan 8 juta orang pada tahun 2024.

Jurubicara Departemen Luar Negeri AS mengumumkan, Rabu (14/1/2026), pemerintahan Trump menangguhkan semua pemrosesan visa untuk warga dari 75 negara. Penghentian sementara akan dimulai pada 21 Januari.

Baca Juga: Potensi Besar, Investasi Pariwisata Indonesia Tertahan Masalah Konektivitas dan SDM

Negara-negara yang terkena dampak antara lain Somalia, Rusia, Iran, Afghanistan, Brasil, Nigeria, dan Thailand.

Memo dari Departemen Luar Negeri AS mengarahkan kedutaan besar AS menolak visa berdasarkan hukum yang berlaku. Departemen Luar Negeri akan menilai kembali prosedur pengajuan visa. Tidak ada kerangka waktu yang diberikan.

Penghentian sementara ini terjadi di tengah penindakan imigrasi besar-besaran yang dilakukan oleh Donald Trump sejak menjabat pada Januari lalu.

Pada bulan November, Trump telah berjanji menghentikan sementara secara permanen migrasi dari semua Negara Dunia Ketiga, menyusul penembakan di dekat Gedung Putih oleh seorang warga negara Afghanistan yang menewaskan seorang anggota Garda Nasional.

Selanjutnya: Mahkamah Agung AS Belum Mengeluarkan Keputusan Soal Tarif Trump

Menarik Dibaca: 5 Makanan yang Tidak Bagus untuk Kesehatan Usus Anda