KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hari ini harga emas dunia sempat menembus angka psikologi US$ 1.600 per ons troi, padahal pada penutupan kemarin berada di level US$ 1.575,37 per ons troi. Kenaikan ini dipicu dari manuver agresif Iran yang menyerang pangkalan militer Amerika Serikat (AS) pada Rabu (8/1) dini hari. Namun pada sore ini pukul 17.30 WIB, harga emas spot terpantau terkoreksi dan berada di level US$ 1.582,32 per ons troi. Baca Juga: Iran menyerang, harga emas semakin terbang
Analis Global Kapital Investama Alwi Assegaf menyebut, terkoreksinya emas pada perdagangan hari ini meski sempat melambung tinggi disebabkan Amerika Serikat belum memberi respons atas serangan balik Iran. Sehingga sentimen yang diakibatkan serangan Iran mereda dan harga ikut terkoreksi. “Meski terkoreksi, tren bullish emas akan sulit dibendung. Saat ini pasar dilanda ketidakpastian akibat gejolak Iran-AS, sehingga investor beralih ke aset safe haven seperti emas,” terang Alwi kepada Kontan.co.id (8/1). Selain beralihnya investor ke safe haven, memasuki periode Januari emas memang cenderung mengalami penguatan. Alwi mengungkapkan penguatan dipicu oleh permintaan terhadap emas juga meningkat menyambut Imlek. Selain itu, pasar juga masih menanti respons dari AS. Jika AS membalas dengan serangan, harga emas dipastikan akan melambung kembali. Pada penutupan ini Alwi memprediksi support harga emas berada di level US$ 1.582 per ons troi dan resistance berada di level US$ 1.625. Sementara untuk sepekan ke depan akan berada di kisaran US$ 1.556 – US$ 1640 per ons troi.