AS Buka Jalur Hormuz, Tapi Serangan Iran Masih Guncang Pasar Minyak



KONTAN.CO.ID - Harga minyak turun pada Selasa (5/5/2026) setelah sebelumnya melonjak hingga 6% pada sesi perdagangan sebelumnya, menyusul tanda bahwa Angkatan Laut Amerika Serikat mulai melonggarkan pembatasan Iran atas jalur pelayaran di Selat Hormuz, yang berpotensi membuka kembali pasokan dari kawasan Timur Tengah.

Mengutip Reuters, pada Senin (4/5/2026), AS meluncurkan operasi baru untuk membuka kembali jalur pelayaran di Hormuz. Perusahaan pelayaran Maersk kemudian melaporkan bahwa kapal Alliance Fairfax berbendera AS berhasil keluar dari Teluk melalui selat tersebut dengan pengawalan aset militer AS, sehingga meredakan kekhawatiran gangguan pasokan jangka pendek.

Harga minyak Brent untuk kontrak Juli turun 68 sen atau 0,6% menjadi US$113,76 per barel pada pukul 01.00 GMT, setelah sehari sebelumnya naik 5,8%.


Minyak WTI turun US$1,59 atau 1,5% menjadi US$104,83 per barel, setelah naik 4,4% pada sesi sebelumnya.

Tabel Harga Minyak Dunia (5 Mei 2026)

Komoditas Harga Perubahan
Brent (Juli) US$113,76/barel -0,6%
WTI Crude US$104,83/barel -1,5%
Analis menyebut keberhasilan kapal Maersk keluar dengan pengawalan militer membantu meredakan kekhawatiran pasar.

Namun, kondisi ini masih dianggap hanya kejadian terbatas, bukan pembukaan penuh jalur pelayaran.

Baca Juga: Emas Tak Meledak Meski Timur Tengah Memanas, Pasar Masih Tahan Napas

Di sisi lain, Iran melancarkan serangan balasan di Teluk, termasuk serangan terhadap kapal komersial dan pelabuhan minyak Uni Emirat Arab, dalam perebutan kendali Selat Hormuz.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur penting yang menghubungkan Teluk dengan pasar global dan mengangkut sekitar 20% pasokan minyak dunia setiap hari.

Serangan ini disebut sebagai eskalasi terbesar sejak gencatan senjata empat minggu lalu.

Chevron memperingatkan bahwa gangguan fisik pasokan minyak global mulai muncul akibat penutupan selat tersebut.

Goldman Sachs juga menyebut stok minyak global kini mendekati level terendah dalam delapan tahun terakhir, sementara laju penurunan stok menjadi perhatian serius.

Faktor Utama Penggerak Pasar Minyak

Faktor Dampak
Pengawalan kapal AS di Selat Hormuz Meredakan kekhawatiran jangka pendek
Serangan Iran di Teluk Meningkatkan risiko geopolitik
Gangguan pelayaran Risiko supply disruption global
Stok minyak global Mendekati level terendah 8 tahun
Kebijakan militer AS Meningkatkan volatilitas pasar
Outlook Pasar: Stabil atau Sekadar Jeda?

Meski harga minyak terkoreksi, pasar masih berada dalam fase sensitif terhadap perkembangan geopolitik. Kombinasi antara intervensi militer, serangan balasan, dan penurunan stok global menunjukkan bahwa pasar energi belum keluar dari tekanan.

Dengan kondisi Selat Hormuz yang masih rawan, pelaku pasar diperkirakan akan tetap berhati-hati dan bereaksi cepat terhadap setiap eskalasi baru.

Tonton: Harga Emas Antam Jatuh Hari ini (5 Mei 2026)

Harga minyak memang menunjukkan koreksi setelah lonjakan tajam, namun fundamental risiko pasokan global belum banyak berubah. Selama ketegangan di Selat Hormuz belum mereda, volatilitas pasar energi diperkirakan tetap tinggi dan berpotensi kembali melonjak sewaktu-waktu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News