AS dan Iran Berpeluang Lanjutkan Perundingan Damai di Islamabad Pekan Ini



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Tim negosiasi dari Amerika Serikat dan Iran berpeluang kembali melanjutkan pembicaraan di Islamabad dalam pekan ini, menyusul belum tercapainya terobosan dalam pertemuan tingkat tinggi terakhir kedua negara.

Mengutip Reuters, Selasa (14/4/2026), lima sumber menyebutkan bahwa belum ada tanggal pasti yang ditetapkan, namun kedua pihak membuka kemungkinan untuk kembali berunding pada akhir pekan, antara Jumat hingga Minggu.

Pertemuan sebelumnya di ibu kota Pakistan berlangsung beberapa hari setelah pengumuman gencatan senjata, dan menjadi kontak langsung pertama antara pejabat AS dan Iran dalam lebih dari satu dekade, sekaligus yang paling tinggi sejak Revolusi Islam Iran 1979.


Baca Juga: Perang Iran Mengubah Prospek Pasar Minyak Global IEA

Seorang sumber yang terlibat dalam pembicaraan menyebutkan bahwa proposal telah diajukan kepada kedua pihak untuk mengirim kembali delegasi guna melanjutkan negosiasi.

Dua sumber dari Pakistan menyatakan pemerintah setempat saat ini tengah berkomunikasi dengan kedua negara untuk menentukan waktu pertemuan berikutnya, yang kemungkinan digelar pada akhir pekan ini. Seorang pejabat senior pemerintah Pakistan mengatakan bahwa Iran telah memberikan respons positif untuk melanjutkan putaran kedua perundingan.

Bahas Selat Hormuz hingga Program Nuklir

Dalam perundingan sebelumnya, delegasi AS dipimpin oleh Wakil Presiden JD Vance, sementara pihak Iran dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Baqer Qalibaf.

Pembahasan mencakup sejumlah isu krusial, termasuk situasi di Selat Hormuz yang menjadi jalur utama distribusi energi global. Iran diketahui telah membatasi akses di selat tersebut, sementara Amerika Serikat berkomitmen untuk membukanya kembali.

Baca Juga: Pendapatan Minyak Rusia Naik Tajam Maret 2026, Terdorong Lonjakan Harga Global

Selain itu, agenda perundingan juga meliputi program nuklir Iran serta sanksi internasional terhadap Teheran.

Usai pertemuan terakhir, Vance menyampaikan bahwa pihaknya telah mengajukan proposal final kepada Iran.

"Kami meninggalkan tempat ini dengan sebuah proposal yang sangat sederhana, sebuah metode pemahaman yang merupakan tawaran terakhir dan terbaik kami. Kita akan lihat apakah pihak Iran menerimanya," ujarnya kepada wartawan.