AS dan Iran Kembali Bersitegang, Rudal Balistik Iran Diklaim Berhasil Diintersep



KONTAN.CO.ID - Militer Amerika Serikat (AS) menyatakan berhasil mencegat sejumlah rudal balistik yang diluncurkan Iran ke arah pasukan AS di Timur Tengah.

Washington menyebut serangan tersebut sebagai upaya serangan mendadak (surprise attack) yang dilakukan Teheran.

Baca Juga: Pop Mart Ekspansi ke Bisnis Kuliner, Bakery Labubu Perdana Dibuka di Singapura


Mengutip Reuters, Komando Pusat Militer AS (U.S. Central Command/CENTCOM) dalam pernyataannya pada Selasa (29/7) mengatakan seluruh rudal Iran berhasil dicegat sebelum mencapai sasaran.

Namun, pihak AS tidak mengungkapkan lokasi spesifik yang menjadi target serangan.

Tak lama kemudian, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengonfirmasi telah meluncurkan beberapa rudal balistik ke sebuah pangkalan udara militer AS dan pusat komando CENTCOM di Yordania.

Iran menyebut serangan itu sebagai respons atas tindakan AS yang dinilai merugikan kepentingan negaranya.

Baca Juga: Mata Uang Asia Tertekan Rabu (29/7) Pagi, Rupiah Jebol Level Rp 18.100 per Dolar AS

Sebelumnya, Axios melaporkan dengan mengutip seorang pejabat AS bahwa Iran meluncurkan rudal balistik ke pangkalan militer AS di Yordania, namun seluruh rudal tersebut berhasil dicegat.

"Pasukan Korps Garda Revolusi Islam meluncurkan beberapa rudal balistik dari Iran dalam upaya serangan mendadak terhadap pasukan AS yang ditempatkan di Timur Tengah. Seluruh rudal Iran berhasil dicegat," tulis CENTCOM melalui akun resminya di platform X.

Insiden ini terjadi hanya beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump menghentikan secara mendadak kampanye pemboman terhadap Iran yang berlangsung selama dua pekan.

Trump mengatakan pembicaraan dengan Teheran menunjukkan perkembangan yang positif, tetapi memperingatkan bahwa serangan militer dapat kembali dilakukan jika negosiasi gagal mencapai hasil.

Baca Juga: China Suntik Dana Jumbo ke Pasar, PBOC Injeksi 806,5 Miliar Yuan

Di sisi lain, Iran membantah tengah berupaya melanjutkan perundingan dengan Washington.

Dalam perkembangan terpisah, militer AS mengumumkan bahwa CENTCOM bersama angkatan bersenjata Arab Saudi melancarkan serangan terhadap lokasi kelompok militan pro-Iran di Irak.

Menurut Washington, kelompok-kelompok tersebut diarahkan oleh Teheran untuk menyerang pasukan AS serta infrastruktur energi Arab Saudi.

Pesawat tempur AS dan Arab Saudi menghantam fasilitas logistik dan gudang persenjataan kelompok tersebut di wilayah timur Irak.

Pemerintah AS juga mendesak Iran beserta kelompok proksinya untuk menghentikan serangan guna menghindari respons militer lanjutan dari Washington.

Arab Saudi turut mengonfirmasi operasi militer bersama tersebut. Riyadh menegaskan tidak menginginkan eskalasi konflik, tetapi akan merespons setiap bentuk agresi.

Pemerintah Saudi menyebut serangan di Irak merupakan respons terhadap serangan pesawat nirawak yang menargetkan fasilitas minyak negara itu.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Melonjak 3% Rabu (29/7) Pagi, OPEC+ & Stok AS Jadi Penopang Utama

Konflik antara Iran dan AS-Israel pecah sejak 28 Februari, ketika AS dan Israel melancarkan serangan ke Iran.

Teheran kemudian membalas dengan menyerang Israel dan sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer AS.

Sejak itu, rangkaian serangan AS dan Israel ke Iran serta operasi militer Israel di Lebanon telah menewaskan ribuan orang dan memaksa jutaan warga mengungsi.