AS dan Korsel Sepakat: Selat Hormuz Kunci Harga Minyak Global



KONTAN.CO.ID - Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan menegaskan pentingnya menjaga keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz sebagai kunci stabilitas ekonomi global dan harga energi.

Melansir Reuters, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan Menteri Luar Negeri Korea Selatan Cho Hyun dalam pembicaraan via telepon pada Senin (17/3/2026) sepakat bahwa kerja sama internasional semakin krusial di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Baca Juga: Nvidia Bidik Peluang US$1 Triliun dari Chip AI, Fokus ke Inference Computing


Menurut pernyataan pemerintah Seoul, kedua pihak menilai kebebasan navigasi di Selat Hormuz sangat penting bagi keamanan energi dan perekonomian global, termasuk bagi Korea Selatan.

Dorongan Koalisi Keamanan Laut

Pernyataan ini muncul seiring dorongan Presiden AS Donald Trump agar negara-negara besar seperti Korea Selatan, Jepang, dan China mengirim kapal perang ke Timur Tengah.

Langkah tersebut ditujukan untuk membentuk koalisi internasional guna mengamankan jalur pelayaran dan membuka kembali akses di Selat Hormuz.

Baca Juga: Pekerja Samsung Ancam Mogok, Pasokan Chip Global Berisiko Terganggu

Namun, Korea Selatan menyatakan akan mempertimbangkan secara hati-hati permintaan tersebut.

Sementara itu, Jepang dan Australia telah menyatakan tidak berencana mengirim kapal untuk mengawal kapal dagang di kawasan tersebut.

Jalur Energi Global Terganggu

Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi distribusi minyak dunia. Namun, jalur ini dilaporkan praktis tertutup bagi sebagian besar lalu lintas tanker sejak serangan militer oleh AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu.

Baca Juga: Harga Minyak Turun Sekitar 3% Senin (16/3), Meski Ketegangan Selat Hormuz Berlanjut

Penutupan jalur ini meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global, yang berpotensi mendorong lonjakan harga minyak dan tekanan inflasi di berbagai negara.